PALESTINA MADINAH MAKKAH DAN PERANG AKHIR JAMAN – BAGIAN I


Assalaamu'alaikum.
Saat ini, di Bumi kita kini, sejak beberapa dekade terakhir sejak melewati Abad Modern yang berakhir di Abad XX Masehi lalu itu, dunia kita ini sedang berubah menjadi sesuatu yang beberapa dekade sebelumnya atau sekitar satu Abad lalu, mungkin hampir tak terbayangkan oleh banyak pihak.
Pertama, suka atau tidak suka, ternyata sekarang kita di dunia sedang menyaksikan kekuatan ‘baru tetapi lama’, bangsa Cina, Tionghoa, di Tiongkok (Cina), tumbuh sebagai kekuatan raksasa di dunia.
Orang Tionghoa itu telah sampai di Bulan (sebagian orang berkelakar mungkin mereka juga hendak mencocokkan ada atau tidaknya Kelinci besar di Bulan seperti di cerita legenda klasik Cina). Negara yang secara resmi masih berpaham Komunis dan bernuklir namun juga berpasar cukup bebas (Free-Market) a la Kapitalis itu telah melakukannya, menyusuli Amerika Serikat dan Rusia (dulu Uni Soviet). Dan Laptop Amerika Serikat bermerek IBM pun telah berganti nama menjadi Lenovo, yang dimiliki investor dari Cina. Perusahaan minyak dan gas Cina juga sedang mengeksplorasi dunia, termasuk dan terutama di wilayah konflik di Asia Tengah yang didominasi muslimiin, dengan ‘dilindungi’ tentara dan rakyat Amerika Serikat-NATO, yang harus membayari ‘uang keamanannya’. Telepon selular serta aneka barang elekronik buatan Cina – bahkan yang bermerek non Cina - semakin mendominasi pasar barang elektronika murah.
Di negeri Cina, mobil Ferrari, Lamborghini, Bugatti, Rolls-Royce, Maybach, Mercedes, BMW serta aneka merek mobil kelas dunia lain - termasuk merek dan buatan negara Cina sendiri - melintasi jalan-jalan super lebar-mulus mereka, beriringan dengan sistem perkereta-apian super canggihnya. Bahkan populasi Muslim Cina, Muslim Tionghoa di negara Cina, semakin besar dan semakin banyak pula yang mampu naik Haji. Republik Rakyat Cina (RRC), ‘Raksasa Induk yang telah tidur lama’, “Sang Naga” itu, telah ‘bangun’. Dan ‘anak-anak sang Naga’ yang tersebar, kaum Cina Perantauan (Overseas Chinese) itu, bersatu-padu, bekerjasama, berorganisasi, langsung atau tidak, suka atau tidak. Dan menyambutnya dengan suka-cita, baik karena maksud romatisme ras dan masa-lalu, maupun mungkin hanya karena pragamatisme sifat politik dan bisnis, dan lain-lain.
Maka Perdana Menteri Cina Hu Jintao dan timnya pun telah menjelma menjadi CEO (Chief Executive Officer) atau Direktur Presiden, merangkap Direktur Pemasaran, Direktur Investasi, dan Public Relation Director paling hebat dan paling besar asetnya di muka Bumi saat ini. Bahkan Taiwan pun - ‘propinsi yang membangkang’ menurut Republik Rakyat Cina - bekerjasama dagang dan bisnis dengan baik sekali dengan induknya ini. Bahkan di tengah ketegangan antara mereka. Dan kita tahu, salah satu pusat ekonomi-bisnis Kapitalisme Asia, Hong Kong, telah menjadi milik RRC sepenuhnya, sejak dikembalikan Kerajaan Inggris Raya (Great Britain atau United Kingdom alias GB atau UK) kepada RRC.
Asia yang luas semakin mantap keluar dari Krisis Asia, juga semakin mantap menentukan cara-caranya sendiri. Asia sedang membangun kehormatannya kembali. Asia secara umum, dan khususnya wilayah Asia Tenggara, pernah diterpa badai krisis yang sangat berat di akhir Abad XX Masehi, dan sedang menggeliat bangkit berdiri. Sementara itu Australia serta Singapura – bagian penting dari Asia - juga semakin kukuh menjadi wakil Amerika Serikat dan sekutunya, dan kepentingannya di Asia.
Nusantara Indonesia sendiri sedang mencari dan menjalani bentuk penyembuhan terbaik setelah terluka dan ‘babak-belur’ atas aneka krisis, konflik, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang buruk, dan terjadinya tarik-menarik berbagai kekuatan dan kekuasaan di dalamnya. Terutama ini adakah akibat adanya aneka kekuatan besar yang berusaha membawa bangsa ini ke sistem Barat, Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, mendangkalkan akidah Islam pula, egoisme individu dan golongan, dan juga dengan sendirinya usaha menjuali kekayaan dan tanah Indonesia kepada mereka. Aneka kekuatan itu tentu saja masih mencoba melakukannya hingga kini. Wajah pembangunan Indonesia menjadi sedikit-banyak berbeda dengan maksud UUD ’45. Indonesia, yang masyarakatnya masih banyak yang tak cukup berpengetahuan, tak cukup pintar dan bijaksana; adalah wilayah yang sangat menarik bagian sebagian orang, untuk kepentingan mereka. Wilayah ini adalah wilayah yang penting bagi keseimbangan global.
Lalu kekuatan lama yang lain, Amerika Serikat atau United States of America, sedang hampir panik dalam kesulitannya setelah aneka krisis besar dan aneka perang luar-negerinya yang mereka terlibat di dalamnya, dan sedang agresif berusaha bangkit, bahkan hampir dengan segala cara, yang baik atau yang buruk. Kekuatannya bolehlah dikatakan, sedang terdegradasi. Dan mereka sadar itu. Dan sejak lama, sejak sebelum Abad XX masehi, di negara ini, lobby kekuatan jaringan Yahudi, kuat sekali. Baik yang di dalam negeri maupun di luar negerinya itu. Negara Israel pun tetap lahir dan membesar karena – terutama - pemeliharaan mereka, Amerika Serikat dan jaringan Yahudi itu.
Amerika Selatan juga sedang membangun dan sebagian dari mereka sangatlah nasionalis dan bermusuhan dengan maksud cengkeraman Amerika Serikat dan sekutunya.
Kekuatan yang lebih lama daripada Amerika Serikat, yakni Uni-Eropa, sedang diam-diam membangun diri dan membalas Amerika yang sempat mempecundanginya di masa lalu tak jauh dari masa sekarang, di tengah segala tantangan ke Uni-Eropaannya pula, termasuk antara negara yang kuat ekonominya dan yang lemah ekonominya dan egoisme masing-masing. Di tahun 2011-2012 Masehi, banyak dari anggota Uni Eropa sedang dalam kesulitan keuangan besar pula.
Wilayah Afrika, sedang dalam taraf awal akan keseimbangan ekonomi dan perdamaian baru dan sedang membangun diri.
Kemudian wilayah tengah dunia, Timur-Tengah, masih – dan kadang semakin - menikmati keberlimpahan kekayaan, sedang melakukan restrukturisasi regional dan menggantii pemerintahan-pemerintahan lama, terutama mereka yang dianggap diktator. Para penguasa lama di Mesir, Libya bahkan sudah tumbang di tahun 2011. Dan mereka juga tetap bersitegang dengan Israel-Yahudi yang ‘menyelundup’ karena dibantu Kerajaan Inggris Raya dan Amerika Serikat ke wilayah mereka setelah Perang Dunia II.
'Ras' atau golongan Yahudi ini mencoba kembali ke Bukit Zion setelah ras Yahudi dijajah, terusir, dan menyebar (serta bercampur-baur dengan banyak ras lain) dalam apa yang disebut sebagai Great Diaspora atau penyebaran ras Yahudi ke berbagai penjuru dunia selama ribuan tahun.Wilayah ini sejak jaman para Nabi seluruhnya adalah wilayah yang penuh konflik namun amat menarik.
YAHUDI DAN PERANG AKHIR JAMAN
Sungguh! Satu per satu ramalan/nubuwwah Rosululloh shollollohu 'alaihi wasallam tentang tanda-tanda akhir jaman, yang diberitahukan Allah, Al Ilah, Penguasa Alam Semesta, satu per satu, dipenuhi!
Semua negara-wilayah di sekitarnya yang kini menjadi wilayah muslim, yang dulu mengalahkan Yahudi (kini memakai nama Israel) bahkan sejak ribuan tahun lalu, sedang dikacau oleh pihak-pihak tertentu. Apakah oleh agen-agen Yahudi dan komplotannya? Entah. Namun sejak dulu Yahudi memang membenci mereka.
Ketahuilah pula, klaim tanah yang dijanjikan Yahudi, bukan hanya Palestina, namun sampai ke Iraq, Suriah, Makkah, dan Madinah. Ketahuilah, Yahudi yang diusir dari Makkah, Madinah dulu, saat mereka mengingkari perjanjian damai, adalah justru dari klan-klan tertinggi dari Yahudi. Dan mereka juga mengklaim itu adalah wilayah mereka. Juga setelahnya, seluruh dunia.
Dan ketahuilah, Persia (Iran kini) adalah salah-satu pusat Yahudi dan peradaban Kabbalahnya (mistisme Yahudi) di masa lalu (wilayah lainnya termasuk Makkah dan Madinah). Mereka SANGAT BENCI kepada Islam, apalagi terhadap Amirul Mu'miniin Umar bin Khotthob rodhiollohu 'anhu, karena di masa pemerintahannyalah, Persia dan Romawi tumbang dan Persia menjadi wilayah muslim. Dan kita tahu, bahwa beliau dibunuh ditikam dari belakang saat memimpin sholat Subuh oleh orang Persia, Abu Lu'lu al Majusi, yang kini sebuah makam di Iran, dikunjungi Syi'ah sebagai obyek wisata ruhani, dan diyakini sebagai kuburan Abu Lu'lu.
Kini Iraq sudah dipotong. Suriah sedang bergolak, Mesir diancam dan hampir jatuh. Gaza di awal tahun baru Muharram 1434 H (akhir 2012) ini sedang diserang kembali, dan Palestina hanya tinggal sepotong kecil. Masjidil 'Aqso yang dibangun oleh Nabi Sulaiman 'alahissalaam sedang diperebutkan, sedangkan ini adalah tempat Utusan Tuhan, Rosululloh, Muhammad shollollohu 'alaihi wasallam, melakukan Isra' Mi' Raj menghadap ke Allah, dan tempat suci Islam. Indonesia sedang semakin dikacau oleh Syi'ah. Dan sejak dulu oleh kepentingan-kepentingan Yahudi, termasuk dalam Kapitalisme dan Liberalisme serta Pluralisme juga Sekulerisme. Dan lain-lain.
Dan jika merujuk kepada Al Baqarah 20-102, khususnya ayat 102, maka salah-satu alasannya adalah mereka sangat berkepentingan, dalam kepercayaan displin ilmu Kabbalah dan Talmud mereka, untuk menguasai Masjidil 'Aqso, atau dalam bahasa mereka, Kuil Solomon/kuil Salomo. Sedangkan di sanalah, di bawahnyalah, menurut kisah Isrilliyah, berbagai kekuatan supra-natural, antara lain yang diujikan Allah melalui kedua malaikat Harut dan Marut (baca Al Baqarah 102), disimpan, setelah ditertibkan oleh Nabi Sulaiman 'alaihissalam!
YAHUDI DAN SYI'AH DAN PERANG AKHIR JAMAN
Dan mereka yang paham, akan tak cukup merasa heran, bahkan waspada dan bersiap-siap, bahwa Messiah yang ditunggu Yahudi, dalam mitos untuk memenangkan mereka, adalah SERUPA dengan Dajjal dan pasukan Ya'Juj-Ma;juj yang memang akan diperangi muslim, bersama Imam Mahdi dan pasukannya, dan Utusan Allah, Rosululloh 'Isa bin Maryam (di Alkitab cukup diserupakan dengan Yesus), 'alaihissalaam.
Dan subhanallah, klaim Syi'ah akan tindakan Imam Mahdi mereka, juga justru serupa dengan klaim Yahudi akan Messiah mereka. Yang kesemuanya akan memerangi muslim, Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Bagi kaum Syi’ah tertentu, harta dan darah kaum Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah halal bagi kaum Syi’ah. Dan bahkan di akhir jaman, mereka percaya bahwa Imam Mahdi Syi’ah akan tinggal di Bumi selama 70 tahun untuk membalas dendam, menegakkan hukum keluarga Dawud (hukum Bani Israil), akan menyeru ke Allah dengan nama Ibraninya (Kitab ”Ushul Al Kafi”Jilid I, halaman 398), menghancurkan semua Masjid (Kitab ”Al Gharib” halaman 247 oleh Ath-Thusy), berdamai dengan Yahudi dan Nasrani, dan menghalalkan darah muslim (Kitab ”Bihar al-Anwar” Jilid 52 halaman 376).
Perbedaan keyakinan akan Imam Mahdi:
Doktrin Mahdiyah (perihal al-mahdi) dan Raj’ah (kedatangan kembali) dihubungkan dengan status Imam Mastur (bersembuyi) yang dipercaya akan muncul kembali sebagai Mahdi yang membangun kerajaan Allah menjelang hari Kiamat kelak.
Ajaran ini bagi sebagian kalangan ditengarai memiliki akar dalam ajaran agama Zarathustra yang dianut bangsa Persia sebelum kedatangan Islam yang datang ke Persia pada masa Kholifah Umar bin Khoththob - rodhiollohu ‘anhu -.
SEJARAH YAHUDI
Catatan tentang sejarah Yahudi dan penyelewengan Kitabullah (Kitab Tuhan), dan betapa dendamnya mereka terhadap bangsa-bangsa di sekitar mereka, antara lain:
Nabi Musa ‘alaihis salaam memang diketahui telah menuliskan Taurat pada Loh Batu, dan dimasukkan ke dalam Tabut, yang antara lain tentang ini juga dimaktubkan dalam Injil Keluaran 24:12, 25:21, 35:12, 34:1-4. Dan, Sepuluh Perintah Tuhan Kitab Taurat Musa itu masih ada pada Injil kitab Ulangan 5:7-21:
Sebab utama dari ketidakaslian ini dapat ditelusuri dalam rangkaian fakta sejarah, dan dimulai setidaknya saat setelah wafatnya Nabi Sulaiman ‘alaihis salaam (di Injil dikenal sebagai Solomon atau Schlomo atau Salomo), Nabi besar Yahudi, Kristen, dan Islam, pada tahun 992 Sebelum Masehi (Sebelum Masehi), saat kerajaannya terpecah-belah menjadi dua bagian besar:
Namun ternyata raja Israel (Kerajaan Utara), Yerobeam, tidak senang dan tidak setuju menjadikan Yerusalem sebagai pusat peribadatan, walaupun tabut Musa ‘alaihis salaam ada di sana, dan ia memilih kota Betel dan Dan sebagai pusat peribadatan baru.
Ia pun mendirikan patung anak lembu dari emas sebagai obyek peribadatan mereka (Injil I Raja-raja 12:26-33), sebagai lambang dewa kesuburan. Ini sekaligus membuat Israel kembali menyembah berhala (Injil I Raja-raja 13:34, 15:30,34; II Raja-raja 10:29, 13:6, 14:24, 17:22).
Penyembahan berhala ini juga membuat kemelut di kalangan rakyat Israel sendiri, dan mencapai puncaknya pada masa Raja Ahab. Nabi Elia (Ilyas ’alaihis salaam) dikenal menentang keras penyembahan itu, sedangkan istri dari raja Ahab itu, yang bernama Ratu Izebel, justru secara terang-terangan mempopulerkan penyembahan berhala yang bernama Baal.
Dan di antara unsur dari bentuk peribadatannya, adalah melakukan persundalan (perzinahan) yang dilakukan di dalam kuil-kuil dewa, dan berbagai bentuk peribadatan berupa perilaku seksual yang tentu saja justru sangat bertentangan dengan hukum Taurat.
Maka tentulah saja lama-kelamaan mereka melupakan ajaran Taurat.
Allah subhanahu wa ta’aala kemudian menakdirkan bahwa, Raja bangsa Asyur atau Asyuria (yaitu wilayah Syria saat ini) yang bernama Raja Sargon II, dapat menghancurkan Kerajaan Utara (Israel) pada tahun 722 Sebelum Masehi, dan sekitar 27.290 penduduk Israel dari golongan menengah-atas, dibuang (Injil I Raja-raja 14:15, 17:18; II Raja-raja 17:5-6).
Penduduk bangsa lain dipindahkan pula ke negeri Israel, sehingga terjadilah asimilasi ras keturunan maupun kepercayaan karenanya.
Kerajaan Selatan (Yehuda) pun tak luput dari serangan penguasa lain. Pada tahun 586 Sebelum Masehi, Kerajaan Yehuda diserbu oleh Raja Nebukadnezar dari Kerajaan Babylonia (Iraq-Iran) dan tempat-tempat ibadah Yahudi serta tabut berisi Taurat Musa pun hancur pula karenanya.
Semua pejabat dan rakyatnya digiring ke Babylonia, kecuali yang sakit, miskin, dan cacat (Injil II Raja-raja 25:1-21).
Di negeri pembuangan ini, terjadilah kawin campur orang-orang Yahudi dengan penduduk setempat sehingga terjadilah pula asimilasi keturunan maupun kepercayaan, bahkan akhirnya mereka tidak lagi mengerti bahasa ibunya sendiri.
Al Quran Surat Al Israa ayat 2-7 (17:2-7):
(2) Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,
(3) (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya Dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.
(4) Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali [*] dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar".
(5) Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
(6) Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
(7) jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
[*] Tafsir umum: yang dimaksud dengan membuat kerusakan dua kali ialah pertama menentang hukum Taurat, membunuh Nabi Syu'ya alaihis salaam dan memenjarakan Armia alaihis salaam dan yang kedua membunuh Nabi Zakaria alaihis salaam dan bermaksud untuk membunuh Nabi ‘Isa ‘alaihis salaam. Akibat dari perbuatan itu, Yerusalem dihancurkan (Al Maraghi).
Lima puluh tahun kemudian, penguasa atau penjajah bangsa Yahudi yaitu Kerajaan Babylonia itu melemah, dan pada 539 Sebelum Masehi, Kerajaan Babylonia kalah oleh Raja Cyrus atau Koresy (atau sebagian menyebutnya sebagai Alexander) dari Kerajaan Persia. Raja Cyrus kemudian mengijinkan bangsa Yahudi kembali ke Yerusalem, maka pada sekitar tahun 397 Sebelum Masehi Nabi Uzair (Nabi Ezra) ’alaihis salaam memimpin eksodus 1.800 orang Yahudi menuju Yerusalem.
Di masa ini pulalah, para Rabbi (pendeta Yahudi) dan para pihak pemegang mandat aristokrasinya melarang kawin campur antara Yahudi dengan non-Yahudi lebih jauh, untuk upaya terakhir menyelamatkan bangsa Yahudi yang tersisa dari semakin dalamnya asimilasi suku, bahasa, kebudayaan dan bahkan kepercayaan, yang menyapu bersih peradaban dan agama bangsanya.
Pada masa itulah, diduga Nabi Uzair ‘alaihis salaam (atau dengan dibantu pihak yang berkaitan dengan beliau) atau yang di Injil dikenal sebagai Ezra, merevisi dan menyusun kembali Kitab Ulangan, dan menambahkan empat (4) kitab sejarah Israel di masa Musa (yaitu yang dikenal sebagai Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, dan Bilangan) yang kemudian disebut sebagai ”Taurat Musa” itu.
Namun karena sebagian besar bangsa Yahudi sudah tidak dapat berbahasa Ibrani lagi, maka Kitab yang disebut sebagai Taurat itupun, diterjemahkan ke dalam Bahasa Aram.
Kemudian, Kitab yang ditulis Ezra itu pun ternyata di kemudian hari juga lenyap dibakar oleh Raja Syria, Raja Anthiokus, pada tahun 170 Sebelum Masehi. Raja lain, Raja Titus, seorang Raja Romawi, dicatat juga berusaha melenyapkan tulisan-tulisan itu.
Setelah masa itu, ditemukanlah salinan-salinan ’suci’ warisan lama dalam bahasa Ibrani dengan huruf Aram, dan pada sekitar tahun 250 Sebelum Masehi, sisa naskah kuno itu diterjemahkan ke dalam Bahasa Yunani oleh Ptolomeus Philadelphi dari Alexandria yang salinan ini kemudian disebut sebagai ”Septuaginta”. Naskah asli Septuaginta ini sendiri, namun, kemudian juga hilang pada jaman Origenes Adamanthios.
Lebih jauh, Nabi Yeremia, melalui suratnya yang juga dicatat di Injil, menyatakan bahwa lima (5) kitab pertama dari Alkitab yang diklaim sebagai Taurat tersebut, adalah suatu bentuk kebohongan yang diklaim sepihak sebagai Kitab Taurat (atau sebenarnya adalah Kitab Taurat palsu).
Kitab Yeremia 8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: ”Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat Tuhan”? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.
Jadi jelaslah bahwa Kitab Taurat Musa yang asli telah kabur dimakan sejarah sejak abad VI Sebelum Masehi.
Kitab yang disebut sebagai Taurat Musa yang ada saat ini adalah hanya hasil dari kumpulan terjemahan dari para penulis sejarah, yang banyak berisikan sejarah Bangsa Bani Israil-Yahudi dan tatacara aturan agamanya, dengan tingkat keakuratan yang rendah.
Karenanya, sehubungan dengannya, ini membenarkan petunjuk di Al Quran :
Al Quran Surat An Nisaa’ ayat 155 (4:155):
Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup." Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.
Al Quran Surat Al Maaidah ayat 13 (5:13):
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Al Quran Surat Al An’aam ayat 91 (6 :91):
Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya [*].
[*] Kalimat ”... biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya” adalah sebagai sindiran kepada mereka, seakan-akan mereka dipandang sebagai kanak-kanak yang belum berakal, dan insya Allah adalah juga sebagai hukuman bagi mereka.
KABBALAH, TALMUD, GREAT DIASPORA DAN ISRAEL
Setelah kemudian dijajah Romawi (dan saat itu Nabi ‘Isa ‘alaihis salaam diutus ke Bumi), bangsa Yahudi ini kemudian selama hampir 2000 tahun tercerai-berai, dan dapat dikatakan berasimilasi dengan berbagai ras di berbagai penjuru dunia, dalam apa yang dinamakan masa ”Great Diaspora” (Penyebaran Hebat) ini, dan akidah serta rasnya bercampur-baur dengan berbagai akidah dan ras di berbagai sisi dunia, terutama dengan kaum Kristen-Barat.
Ini berlangsung hingga kira-kira akhir Abad XIX Masehi dan awal Abad XX Masehi saat mereka berusaha bersatu dalam Zionisme untuk menduduki Palestina, khususnya Bukit Zion, untuk mendirikan Kuil Solomon (warisan Nabi Sulaiman ’alahis salaam) kembali dan meruntuhkan Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsho (tempat suci ketiga Islam yang telah berdiri di sana sejak masa Kholifah Umar bin Khotthob rodhiollohu ‘anhu). Dan ini terutama dimotori orang-orang dari keluarga Rotschilds dan Rockefeller.
Atas bantuan Kerajaan Inggris dan Amerika Serikat, sejak tahun 1948 Masehi, lahirlah negara Israel dengan cara mencaplok-mencuri wilayah Palestina yang diberikan kepada Yahudi oleh Kerajaan Inggris Raya dan Amerika Serikat, khususnya Inggris yang waktu itu menguasai Palestina sejak merebutnya dari Kekholifahan Turki Utsmaniyyah yang hancur di tahun 1924.
Sebagai catatan, sisa Kuil Solomon ini, adalah seonggok tembok yang disebut sebagai “Tembok Ratapan” di Daarussalaam (Yerusalem) dan diratapi kaum Yahudi sebagai salah satu bentuk peribadatan mereka. Ini masih dapat disaksikan hingga kini. Baitul Maqdis atau Majidil Aqsho yang berdiri di atas reruntuhan Kuil Solomon, masih di tangan muslim, di Palestina, hingga sekarang.
Namun kini, amat disayangkan, Baitul Maqdis dan Palestina berada dalam dominasi negara Israel, yang ‘menyelundup ke Timur-Tengah’, menjajah Palestina, atas bantuan Kerajaan Inggris dan Amerika Serikat.


Masjidil Aqsho memang adalah bentuk lebih lanjut, Masjid, dari rumah peribadatan yang didirikan Nabi Sulaiman ‘alaihis salaam (yang dikenal sebagai Raja Solomon atau Salomo atau Schlomo oleh orang Yahudi dan Kristen).
Kuil Solomon itu sudah lenyap dihancurkan Romawi, dan kemudian di masa Kholifah Umar bin Khotthob - rodhiollohu ‘anhu -, sisa-sisa bangunan itu dijadikan masjid (selain Masjid Umar bin Khotthob sendiri yang dibangun baru di sebelahnya). Dan perebutannya menimbulkan ketegangan dan perang berkepanjangan hingga kini yang bahkan didanai berbagai pihak (perusahaan) swasta kroni mereka (daftar penyumbang.
Dalam pandangan kaum Yahudi militan, kaum Muslimiin yang menurut mereka adalah kafir, tidak sah menjadikan (sisa) Kuil peribadatan mereka menjadi Masjid.
Dan karenanya Baitul Maqdis serta Palestina hendak dilenyapkan dari muka Bumi, digantikan Kuil peribadatan mereka dan digantikan bangsa mereka, karena menurut ideologi mereka, Palestina adalah tanah yang dijanjikan Tuhan bagi mereka. Dan lebih daripada itu. Juga ke wilayah lain, dan KE SELURUH DUNIA!
Kiranya kini kita juga melihat orang yang menyebut dirinya sebagai (keturunan) Yahudi, berciri-ciri fisik bermacam-macam.
Ada yang terlihat sangat seperti orang Kaukasia (kulit putih) dan ini banyak sekali dan sebagian darinya bahkan telah pula beragama Kristen. Ada pula yang terlihat seperti ras Semit (orang Timur-Tengah dan ini insya Allah adalah bentuk aslinya) dan cukup banyak pula jumlahnya. Ada pula yang terlihat seperti campuran orang Asia (sebagian kecil berasimilasi dengan bangsa Asia, misalnya bangsa Indonesia yang antara lain yang memiliki Synagogue di Jalan Raya Kayoon di Surabaya). Bahkan ada pula yang dapat terlihat kehitaman seperti ras orang Afrika (sebagian kecil darinya).
Dan sebagian besar dari mereka, herannya, masih kukuh berpendapat bahwa mereka adalah bangsa terpilih dan juga beragama istimewa yang paling benar dan pantas memimpin dunia, walaupun terbukti ras dan ajaran mereka sudah tak murni lagi, jika saja hendak jujur memandang.
Mereka bahkan dapat berasimililasi dan berkomplot dengan orang Kristen dalam menegakkan impian superioritas ini, namun juga masih mempertahankan klaim kebenaran masing-masing, dalam persekutuan pragmatis, menghadapi ”common enemy” (musuh bersama) mereka, yaitu Islam dan kaum Muslimiin ini serta sekutunya.
Patut dicatat bahwa sebenarnya istilah “Yahudi (Judaisme)” bahkan baru pada abad XIX Masehi di dunia Barat muncul sebagai istilah untuk menyebut satu agama.
Dalam buku yang berjudul, “Judaism”, penulisnya yang bernama Pilkington, menceritakan bahwa pada tahun 1937 Masehi, para rabbi di Amerika bersepakat untuk mendefinisikan Yahudi sebagai definisi, “Judaism is the historical religious experience of the Jewish people.”
Jadi, agama Yahudi, adalah agama sejarah. Maka penamaan, tata cara ritualnya, dibentuk oleh proses sejarah, tak lepas dari apa yang telah terjadi sepanjang sejarah. Maka Filsafat dan akidah dalam khazanah Yahudi pun, bercampur baur dengan hawa nafsu manusianya, sebagai subyeknya, sepanjang sejarahnya.
Bukan murni dari Tuhan, dari Allah.
Namun ironisnya ini diyakini mereka dan ini bahkan dipropagandakan mereka.
Dari tulisan H. Irena Handono, salah-satu pakar Kristologi dan hubungan-hubungannya, tentang Yahudi:
Mitos yang Diyakini Kaum Yahudi
Hubungan antara Yahudi dan Yerusalem bisa dilihat di Bibel Perjanjian Lama. Menurut pandangan Yahudi, daerah yang paling suci adalah Mount Moriah (Gunung Moriah), yang kemudian dikenal dengan Temple Mount (Kuil Gunung). Area ini yang mereka klaim sekarang terletak di bawah bangunan (masjid) milik Muslim, the Dome Of the Rock atau Kubbah As-Sakhra. Dalam Perjanjian Lama (Taurat), Yerusalem mempunyai banyak nama, Salem (Shalem), Moriah, Jebuse (Yevuse), Jerusalem (Yerushalayim), and Zion (Tzi-yon). Dan terbanyak yang disebutkan dalam Perjanjian Lama adalah Yerushala-yim, yang disebutkan sebanyak 349 kali, sementara Tziyon disebutkan sebanyak 108 kali.
Menurut kepercayaan Kabbalah, suatu tradisi mistis Yahudi, batu dari Gunung Moriah yang dikenal sebagai "Even Shtiyah"- the Drinking Stone (batu yang sedang minum), adalah pusat dari alam semesta, tempat di mana dunia terairi secara spiritual. Kisah-kisah dalam Bibel yang berhubungan dengan Gunung Moriah sangat banyak, antara lain adalah: Ketika Ishak pergi ke sebuah lapangan ia bertemu Ribka untuk pertama kalinya (Kitab Kejadian 24:63-67), dia berdiri di gunung Moriah (Yerusalem). Mimpi Jakub naik ke surga melihat para malaikat turun tangga (Kejadian 28:10-22), juga terjadi di tempat ini, gunung Moriah (Yerusalem).
Menyambut kedatangan Mesiah
Dan orang Yahudi yang beriman selalu menyisakan tempat kecil pada dinding rumah mereka tanpa diplester tanpa dicat. Ini sebagai tanda kedukaan perusakan Kuil.
Dalam keyakinan Yudaisme, yang sesungguhnya telah bergeser jauh dari Taurat yang dibawa oleh Musa as, bangsa Yahudi yakin bahwa kelak seorang Messiah akan datang mengangkat derajat dan kedudukan bangsa Yahudi menjadi pemimpin dunia. Kehadiran Mesiah inilah yang menjadi inti dari semangat kaum Yahudi untuk memenuhi Tanah Palestina.
Bagi zionis Yahudi, mereka menganggap Kuil Sulaiman harus sudah berdiri untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas singgasananya yang pada akhirnya diperuntukkan bagi pusat pemerintahan dunia (One World Order).
Ada satu syarat lagi menjelang hadirnya Messiah, yakni mereka harus menemukan dan menyembelih serta membakar seekor sapi betina berbulu merah berusia tiga tahun dan belum pernah melahirkan anak. Untuk yang satu ini pun kaum Zionis telah mempersiapkannya. Melalui suatu proses rekayasa genetika, di tahun 1997, mereka telah mendapatkan seekor sapi dengan ciri-ciri tersebut.
Hanya saja, mereka terbentur satu persyaratan lagi, yakni penyembelihan dan pembakaran sapi merah ini harus dilakukan di atas kaki Bukit Zaitun. Masalahnya saat ini bukit Zaitun masih berada di tangan bangsa Palestina. Sebab itu, kaum Zionis selalu berupaya tanpa lelah mengusir orang-orang Palestina dari wilayah ini.
Membangun Haikal Sulaiman
Para ahli arkeologi sepakat, ibukota Kanaan dan ibukota kerajaan Daud as berlokasi di tempat yang sekarang ini adalah kampung Arab, Silwan, beberapa kilometer sebelah selatan tembok ”baru” dari Kota Tua.
Kuil Sulaiman (Haikal Sulaiman) juga dikenal sebagai Beit HaMikdash (Kuil yang Suci). Pemilihan lokasi kuil ini dahulu dilakukan oleh Nabi Daud as yang saat itu beliau menunjuk puncak gunung Moriah (II Samuel 24:18-25).
Kitab 1 Raja-raja 6-8 menggambarkan dengan detail bagaimana anak Daud as, Raja Sulaiman, memba-ngun dan meresmikan Kuil. Walaupun hingga kini belum ada kejelasan pasti di mana lokasi Haikal Sulaiman berada, tapi sementara semua pakar arkeologi setuju bahwa bangunan itu berdiri di atas Gunung Moriah. Yahudi mengklaim di Al-Aqsa. Padahal tidak ada yang tahu pasti.
Itulah beberapa mitos yang dipegang kuat oleh Yahudi.
Maka jika menurut ini, Zionisme bukan sekadar gerakan 'religion', tapi sebuah gerakan makar besar untuk menguasai dunia dalam satu tatanan, The New World Order, Novus Ordo Seclorum (alias Tatanan (dunia) Baru yang Sekuler), meminggirkan Agama. Sebuah sistem dunia yang (sebenarnya) menghamba pada Lucifer (setan).
Demikianlah tulisan beliau.
Kaum Yahudi sekarang cenderung tidak memakai kitab suci Taurat (yang diturunkan kepada Nabi Musa ’alaihi salaam). Kitab yang sekarang jadi pegangan adalah Talmud; tafsir dari apa yang dikatakan adalah ajaran Moses (atau Moshe dalam bahasa Ibrani), bukan berasal dari “langit“ tetapi adalah sebuah kitab yang ditengarai dapat berasal dari para penyihir di zaman Mesir Kuno yang menganut ajaran Kaballah (yang oleh para ahli ditengarai sebenarnya adalah menyembah setan Lucifer). Menurut sejarah, ini ditulis oleh 70 pendeta bangsa Yahudi. Mereka menisbatkan ini kepada sesuatu yang mereka klaim diajarkan oleh Nabi Sulaiman (Salomo atau Schlomo) ’alaihissalaam. Padahal ini adalah sihir.
Dan kemudian Nabi Sulaiman (Salomo atau Schlomo) ’alaihissalaam memberantas mereka dan menyimpan sisa-sisanya di bawah Masjidnya, Masjidil ’Aqsa (yang oleh Yahudi disebut sebagai Kuil Sulaiman atau The Temple of Solomon), melarang siapapun menggunakannya, dan inilah yang berusaha dicapai Yahudi yang mempercayai Kabbalah, Talmud, dan Zionisme, agar dapat menggunakan ini untuk berkuasa.
Dan Perang Akhir Jaman, adalah antara pengikut Setan dan pengikut para Nabi.
Al Quran Surat Al Baqarah:
101. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).
102. Dan mereka mengikuti apa [*] yang dibaca oleh syaitan-syaitan [+] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[-] di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya[%]. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
103. Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.
[*]. Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir).
[+]. Para mufassirin berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang malaikat itu. Ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti Malaikat.
[-]. Bermacam-macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-beraikan masyarakat seperti mencerai-beraikan suami isteri.
[%] Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Yahudi berkata: "Lihatlah Muhammad yang mencampur-baurkan antara haq dengan bathil, yaitu menerangkan Sulaiman (Nabi) digolongkan pada kelompok nabi-nabi, padahal ia seorang ahli sihir yang mengendarai angin." Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (S. 2: 102) yang menegaskan bahwa kaum Yahudi lebih mempercayai syaitan daripada iman kepada Allah SWT. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Syahr bin Hausyab.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi bertanya kepada Nabi - shollollohu ‘alaihi wasallam - beberapa kali tentang beberapa hal dalam Taurat. Semua pertanyaan mengenai isi Taurat, dijawab oleh Allah dengan menurunkan ayat. Ketika itu mereka menganggap bahwa ayat tersebut dirasakan sebagai bantahan terhadap mereka. Mereka berkata dengan sesamanya: "Orang ini lebih mengetahui daripada kita tentang apa yang diturunkan kepada kita."
Di antara masalah yang ditanyakan kepada Nabi - shollollohu ‘alaihi wasallam - ialah tentang sihir. Dan mereka berbantah-bantahanlah dengan Rosululloh tentang hal itu. Maka Allah menurunkan ayat ini (S. 2: 102) berkenaan dengan peristiwa tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abil-'Aliah.)
Hikayah Israilliyah percaya bahwa di bawah Kuli Solomon (Masjidil Aqso) ini, disimpanlah teknologi rahasia, kekuatan untuk menguasai dunia. Dan kita tahu, bahwa itu insya Allah adalah teknologi kekuatan sihir dahsyat dan perjanjian supra-natural (ghoib) berkaitan dan lain-lain itu.
Dan sebagai perbandingan, di bawah ini adalah kutipan dari Talmud, tentang berbagai ayat indoktrinasi superioritas bangsa dan penganut Yahudi dibandingkan bangsa dan penganut agama lain. Maka bahkan dalam peperangan, tentara Israel wajib mendaras Talmud, mengindoktrinasi diri dengan Talmud, dalam aneka kesempatan khusus, terlebih-lebih di hari Sabbath (Sabtu). Ini semua adalah serangkaian dengan Kabbalah, agama Sihir-Mistik dari Yahudi.
Berbagai cuplikannya:
Sedikit catatan tentang asal-muasal penyebutan ”Israel” dari Alkitab:
Di Alkitab, Genesis 32:25-28 disebutkan Yakub berkelahi melawan Allah sejak malam hingga fajar menyingsing. Karena Allah tak dapat mengalahkan Yakub, maka Allah memukul sendi pangkal paha Yakub dan berkata bahwa Yakub telah melawan Allah dan Manusia dan Yakub menang. Adakah ini artinya Allah kalah melawan Yakub?:
Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”
Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” [Genesis 32:24-28]
Perlu diketahui dan dicamkan dalam benak hati setiap muslim(umat Islam) bahwa ISRAIL adalah nama lain dari seorang Nabi yang mulia, keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihis salam.
Maka dari itu JANGAN-LAH KITA SALAH MENGUCAPKAN, apalagi mencaci-maki dengan hina dari perkataan atau nama itu. Sebut saja "Yahudi", bukan "Israil".
Kata “Israil” merupakan susunan dua kata israa dan iil yang dalam bahasa arab artinya shafwatullah (kekasih Allah). Ada juga yang mengatakan israa dalam bahasa arab artinya ‘abdun (hamba), sedangkan iil artinya Allah, sehingga Israil dalam bahasa arab artinya ‘Abdullah (hamba Allah). (lihat Tafsir At Thabari dan Al Kasyaf ketika menjelaskan tafsir surat Al Baqarah ayat 40).
“Sekelompok orang Yahudi mendatangi Nabi untuk menanyakan empat hal yang hanya diketahui oleh seorang nabi. Pada salah satu jawabannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Apakah kalian mengakui bahwa Israil adalah Ya’qub?” Mereka menjawab: “Ya, betul.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ya Allah, saksikanlah.” (HR. Daud At-Thayalisy 2846).
“Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan.” (QS. Ali Imran: 93).
Satu hal yang perlu disadari oleh setiap muslim, penamaan negeri yahudi dengan Israil termasuk salah satu di antara sekian banyak konspirasi (makar) Yahudi (kaum Pembangkang & Pengingkaran) terhadap dunia. Mereka tutupi kehinaan nama asli mereka YAHUDI dengan nama Bapak mereka yang mulia Nabi Israil ‘alaihis salam. Karena bisa jadi mereka sadar bahwa nama YAHUDI telah disepakati jeleknya oleh seluruh dunia, mengingat Allah Ta'ala telah mencela nama ini dalam banyak ayat di Al-Qur’an.
“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Ali Imran: 67)
ZIONISME
Mereka ingin kembali ke bukit Zion di Daarussalam (Yerusalem) di sekitar Masjidil Aqso, dan berkuasa memerintah dunia!
Inilah Zionisme.
Para kaum Yahudi Zionis juga berusaha mencapai tujuannya dengan banyak cara. Antara lain dengan cara mempropagandakan Sekulerisme, Kapitalisme dan Riba, berpedoman pada hasil rapat “Pinisepuh (Tetua) Zion“ di Basel (Swiss) tahun 1897 yang bernama “The Protocols Of The The Meetings Of The Elders Of Zion“, yang ingin mendirikan Negara Israel (Israel Raya) dan menguasai Dunia baru.
Mengutip strategi Zionisme dalam buku “Judruzul Qadimah Ll Ahdasi Israel Wal Yahud”:
XX. Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan terus mengalir ke perbendaharaan kita. Akal hewan bangsa non-Yahudi tidak akan mengerti bahwa hutang kepada negara kapitalis akan menguras kekayaan negaranya sendiri. Sebab bunga hutang itu akan diambil dari hasil bumi negaranya atau masukkan keuangan lainnya. Sekarang kita telah menguasai kekayaan dunia dengan jalan memegang saham dan surat berharga lainnya. Kita akan membentuk pemerintah yang hutang agar terus membutuhkan bantuan dari bank kita. Sehingga pemerintah negaranya akan tergenggam oleh kaum kapitalis.
XXI. Pemerintah non-Yahudi harus digiring agar mau hutang kepada kita agar beban mereka terus meningkat. Kita harus memperbanyak pasar modal dan harus pandai memainkannya. Bila sudah menguasai sektor keuangan, kita akan menghentikan pasar modal agar posisi ekonomi tetap stabil dan kita berusaha agar jangan sampai rugi.
Tentu saja musuh terbesar mereka adalah kaum Muslimiin. Kaum yang berserah diri kepada Tuhan. Allah.
Maka itu juga dapat dilakukan melalui aneka tipu-daya Fremason/Masonry, Demokratisasi, Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, Humanisme dan HAM versi Barat (dan lobi Yahudi di belakangnya dengan standar a la mereka), bahkan juga bentuk Business Privatization dalam Free-Trade/Pasar Bebas untuk penguasaannya, juga Corporatocracy, lalu Globalization untuk mengkampanyekan aneka ide mereka, dan lain-lain kemerosotan standar peradaban termasuk sampai ke pernikahan beda agama, budaya Pop-Liberal (termasuk musiknya) yang melenakan yang juga adalah bagian dari Liberalisme dan Pluralisme, dan sebagainya.
Maka muslim dapat juga dimaksudkan untuk tidak sama-sekali harus berpindah atau murtad dari agamanya - jika sampai murtad tentu lebih bagus bagi mereka - namun cukuplah diusahakan oleh para musuh Islam agar muslim itu menjadi asing akan agamanya, menjadi tak kuat akidahnya, menjadi tak bagus keimanannya, menjadi tak tahu arah hidupnya, menjadi merosot peradabannya, dan sebagainya, dalam aneka budaya Materialisme, Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, Pragmatisme, Rasionalisme, Hedonisme (kesenangan) duniawi, dan sebagainya, sehingga para musuh muslim dapat leluasa menjalankan rencananya dan melemahkan musuh terbesarnya, kaum Muslimiin.
Maka INGATLAH, Nusantara Republik Indonesia Raya ini adalah wilayah yang sebenarnya berpotensi kaya-raya dengan aneka pemberian Allah (termasuk sumber daya energi terbaik dunia yang dapat disia-siakan dengan cara Korupsi-manipulasi-kolusi tak sehat dan sebagainya) dan strategis letak dan maknanya dalam tataran dunia, yang biasanya kekayaan Allah yang dipinjamkan ini diperuntukkan kepada kaum Muslim di wilayah yang dominan Muslimiin!
Dan ini sangatlah menarik kiranya bagi musuh-musuh kebaikan.
Ingatlah bahwa Nusantara ini juga adalah pasar yang sangat besar untuk aneka pemasaran (termasuk pemasaran ide-akidah), dan lain-lain hal terkait; sehingga perlulah agar ini dapat dimanfaatkan mereka dan sekutunya!
Ingatlah bahwa Islam yang benar, yang Ahlus Sunnah wal Jama’ah, masih cukup asing sebenarnya di sebagian masyarakat Indonesia.
Ingatlah bahwa masyarakat Indonesia masih banyak yang awam, bodoh, melarat. Dan ini adalah potensi utama untuk penindasan, penjajahan, pemanipulasian.
Sekarang kita sedang berperang, sebenarnya, setidaknya dalam sebuah Perang Halus, terhadap Setan (yang paling utama dan disebutkan berkali-kali di Al Quran) dan terhadap Kaum Kafir (sebagaimana telah disebutkan di Al Quran satu kali).
Termasuk melalui Pemurtadan atau misalnya pendangkalan-pengasingan muslim terhadap standar akidahnya sendiri, melalui Sekulerisasi atau peminggiran kedudukan agama, melalui Pluralisasi kebenaran agama, melalui Liberalisasi pemikiran yang liar yang merusak akidah, dan lain-lain - oleh para penganut aneka paham-ideologi, Filsafat, agama-agama yang tak lagi laku di belahan dunia Barat namun dikemas dengan kemasan menyenangkan dan menipu rakyat muslim (termasuk di Indonesia) yang sayangnya, masih banyak yang bodoh dan dapat tertipu itu, mungkin terutama karena kemiskinan materi dan kemiskinan pengetahuan Islam dan kemiskinan Iman.
Sudah dibongkar oleh para ahli (misalnya oleh DR. Qasim Assamurai dan bahkan termasuk oleh yang dari kalangan non-muslim seperti pernyataan dari Napoleon Bonaparte saat hendak menjajah negara Islam khususnya Mesir), bahwa misi Misionaris-Kristenisasi, dapat bergandengan tangan dengan sekutunya, termasuk para Yahudi atau simpatisannya dan para pelaku Neo-Kolonialisme atau penjajahan dengan bentuk-cara yang baru-terselubung untuk kepentingan Pragmatis (yang terkini dan termanfaat menurut ukuran manusialah yang akan diikuti-dijalankan).
Berkaitan dengan ini pula, maka, Pak, peneliti Cina dalam bukunya yang berjudul “China and The West” menukil ucapan Napoleon tersebut sebagai berikut: “Delegasi misionaris agama bisa memberikan keuntungan buatku di Asia, Afrika, dan Amerika karena aku akan memaksa mereka untuk memberikan informasi tentang semua negara yang telah mereka kunjungi. Kemuliaan pakaian mereka tidak saja melindungi mereka, bahkan juga memberi mereka kesempatan untuk menjadi mata-mataku di bidang politik dan perdagangan tanpa sepengetahuan rakyat.”
DR. Edward Said juga mengemukakan dalam bukunya ”Al Istisyraq” bahwa, ”Peranan Orientalisme terletak pada keahlian khusus Orientalis (orang Barat yang mempelajari Timur untuk berbagai kepentingan) dalam menggunakannya untuk kepentingan penjajah.”
LAHIRNYA NEGARA ISRAEL DAN KEKACAUAN YANG MEREKA TIMBULKAN
Lahirnya negara Israel juga sedikit banyak berhubungan dengan kejadian-kejadian berbagai Deklarasi Amerika Serikat (USA) dan Kerajaan Inggris (United Kingdom) di bawah yang terjadi di jaman Modern (Abad XVII-XX Masehi) dan Pos-Modern (paruh akhir Abad XX Masehi sampai sekarang) ini (selain kaitan antropologis dan historis-agamis antara bangsa-bangsa ini):
BLACKSTONE DECLARATION 1891: ”Why not give Palestine back to the Jews again? According to God’s distributions of nations, it is their home, an inalienable possesion from which they were expelled by force ... Now give Palestine back to the Jews?” (signed by 413 promenade American Political, business, and Religious Leaders, and presented by USA’s President Benjamin Harrison).
Dan sejak Konferensi Zionis pertama di Basel pada tahun 1897 yang melahirkan organisasi Zionis di Inggris (Zionist Federation of Great Britain and Ireland) yang bertujuan untuk mendirikan negara Israel di Palestina yang saat itu berada di bawah protektorat Daulah Islamiyah Turki Usmaniyah (Turki Ottoman), Bani Israil (Yahudi) tak berhenti untuk berusaha mewujudkannya. Dan ini terutama dimotori orang-orang dari keluarga Rotschilds dan Rockefeller.
Sementara itu, sejak berakhirnya Perang Dunia I dengan Jerman dan Turki Ottoman (Daulah Islamiyah Turki Usmaniyah) sebagai pihak yang kalah, Inggris dan Perancis keluar sebagai pemenang, dan Palestina yang tadinya wilayah Turki lalu berada di bawah lindungan (protektorat) Inggris.
Kemudian Deklarasi Balfour di Inggris pada 31 Oktober 1917 secara formal menyatakan dukungan Inggris untuk mewujudkan negara Yahudi di wilayah Palestina. Saat itu Palestina dikuasai Inggris, setelah pemberontakan Arab dipimpin Sheik dari Bani Saud terhadap Turki dalam kekholifahan Daulah Islamiyah Turki Usmaniyah yang didukung Inggris melalui agen rahasianya, Thomas Edward Lawrence/”Lawrence of Arabia”.
Disebut sebagai Deklarasi Balfour, karena ini adalah pernyataan dalam surat dari Arthur James Balfour (Menteri Luar Negeri Inggris) kepada Lord Walter Rothschild pemimpin komunitas Yahudi Inggris saat itu yang berisikan dukungan Inggris terhadap pembentukan Zionis Federation.
Isinya adalah sebagai berikut:
BALFOUR DECLARATION
Foreign Office, November 2nd, 1917.
Dear Lord Rothschild,
I have much pleasure in conveying to you, on behalf of His Majesty's Government, the following declaration of sympathy with Jewish Zionist aspirations which has been submitted to, and approved by, the Cabinet:
"His Majesty's Government view with favour the establishment in Palestine of a national home for the Jewish people, and will use their best endeavours to facilitate the achievement of this object, it is being clearly understood that nothing shall be done which may prejudice the civil and religious rights of existing non-Jewish communities in Palestine, or the rights and political status enjoyed by Jews in any other country".
I should be grateful if you would bring this declaration to the knowledge of the Zionist Federation.
Yours sincerely,
Arthur James Balfour
Kemudian setelah itu, dukungan lebih nyata dari Kerajaan Inggris dan Amerika Serikat, ANGLO-AMERICA COMMITEE 1946:
The fact that the Arabs have a vast hinterland in the Middle-East, and the fact the Jews have nowhere else to go establishes the relative justice of their claims and of their cause ... Arabs sovereignty over a portion of the debated territory must undobtedly be sacrificed for the sake of establishing a Jewish homeland” (presented by Rheinhold Niehbuhr)
Pada masa Perang Dunia II, kaum Bani (ras) Israil-Yahudi di Eropa disingkirkan dari Jerman dan ’dibantai' dalam Holocaust oleh pasukan Adolf Hitler dan Nazi Jerman, dan cukup banyak dari mereka menyelamatkan diri ke Amerika Serikat dan Inggris.
Terlepas dari kontroversi mengenai benar-tidaknya Holocaust dan jumlah sesungguhnya yang meninggal seperti yang misalnya tentang keraguan yang dinyatakan oleh Presiden Iran Mahmoudinejad, maka Hitler menganggap mereka, rasa Yahudi, adalah ras atau bangsa yang mengkhianati, membunuh, menyalibkan Yesus.
Dan pada kenyataannya di Jerman pada masa itu menurutnya mereka sudah banyak ‘mencuri’ dari bangsa Jerman serta mengotori Jerman. Dengan semangat “Deutsch uber alles” (bangsa Aria Jerman di atas semua bangsa lain), maka tentu saja menurutnya ‘parasit’ Yahudi ini harus dibersihkan.
Pada tahun 1948, sesudah pasukan Sekutu dipimpin Amerika Serikat memenangkan Perang Dunia II terhadap Jerman (dan Italia serta Jepang) di tahun 1945, juga saat mandat Inggris berakhir di Palestina dan sebagai hasil deklarasi PBB, maka negara Israel resmi berdiri di atas tanah Palestina.
Maklumat ini yang kemudian dianggap menganiaya rakyat Palestina, sangat ditentang dan lantas diperangi oleh negara-negara Islam, khususnya 5 negara Arab di sekitarnya. Namun dengan bantuan persenjataan dan berbagai macam hal dari Amerika Serikat dan sekutunya, Israel berhasil memenangkan perang Arab-Israel itu secara telak, atau paling tidak mengimbanginya.
Dengan dibantu persenjataan dari Uni Soviet (kini Russia) kepada negara-negara Arab, Perang Arab-Israel yang kemudian disebut sebagai Perang Enam Hari di dekade berikutnya, menghasilkan hasil kekalahan dan kemenangan perang serta percaturan politik yang cukup berimbang antara Arab dan Israel, yang antara lain memaksa Mesir dan Israel menekan perjanjian damai Camp David, dimotori Presiden Jimmy Carter dari Amerika Serikat.
Dalam rangkaian berbagai perang dahsyat ini, Israel dengan paham Zionismenya yang berkeinginan melanggengkan wilayah Palestina yang telah dicaploknya, didukung penuh Inggris dan Amerika Serikat sejak akhir Perang Dunia II, hampir dengan segalanya.
Patut pula dicatat bahwa negara-negara yang dikenal sangat memusuhi Israel seperti Iraq (terutama di bawah rezim kontroversial Saddam Hussein), Syria, dan Iran, saat ini sedang dalam perang terbuka atau diplomatik yang serius dengan Amerika Serikat dan sekutunya yang dikenal sebagai negara-negara pendukung Israel. Indonesia sendiri sampai hari ini masih berpendirian untuk tidak mengakui dan memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Solidaritas negara-negara Arab di sekitarnya terhadap Palestina seperti dari pemerintah Suriah, Yordania, Arab Saudi, Iraq, Iran, dan Mesir dengan dibantu pasokan persenjataan dan teknologi militer Uni Soviet; mengakibatkan protes keras, bala bantuan dari negara-negara sekitar terhadap Palestina, dan juga bahkan kemudian rangkaian perang antara negara-negara Arab dan Israel yang menahun, bahkan melibatkan negara-negara beragama Islam lain selain bangsa Arab.
Banyak negara-negara ini dulu berada dalam satu hubungan pemerintahan di bawah Kekholifahan Turki Utsmaniyyah dan Bani Abbasiyah Baghdad, bahkan juga Kekholifahan Islam Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khatthab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Bani Umayyah, Marwani, dan Abbasiyah jauh di masa-masa sebelumnya tentunya.
Israel sendiri selalu didukung penuh oleh Amerika Serikat dan bahkan dalam ”Perang Oktober” yang dimulai dengan serangan Mesir dan Suriah pada Hari Raya ”Yom Kippur” Yahudi 6 Oktober 1973 (Yahudi Israel terhitung kalah di sini), Israel mendapatkan dukungan dana 2,2 miliar dolar dari Konggres Amerika Serikat atas permintaan Presiden Nixon pada tanggal 19 Oktober 1973.
Untuk membalas ini, satu hari kemudian di tanggal 20 Oktober 1973, dilakukan embargo total minyak bumi negara-negara Arab terhadap Amerika Serikat yang didahului penaikan tarif minyak bumi negara-negara Iran dan kelima negara teluk termasuk Arab Saudi sebesar 70% sejak 16 Oktober 1973; sampai diakhiri pada 18 Maret 1974.
Amerika Serikat dan sekutunya kalah total.
Semua mesin perangnya tak dapat bergerak saat itu.
BERLANJUT KE BAGIAN KEDUA ...
Wallohua'lam. Wastaghfirulloh. Walhamdulillah.
_ATM_







Assalaamu'alaikum.
Saat ini, di Bumi kita kini, sejak beberapa dekade terakhir sejak melewati Abad Modern yang berakhir di Abad XX Masehi lalu itu, dunia kita ini sedang berubah menjadi sesuatu yang beberapa dekade sebelumnya atau sekitar satu Abad lalu, mungkin hampir tak terbayangkan oleh banyak pihak.
Pertama, suka atau tidak suka, ternyata sekarang kita di dunia sedang menyaksikan kekuatan ‘baru tetapi lama’, bangsa Cina, Tionghoa, di Tiongkok (Cina), tumbuh sebagai kekuatan raksasa di dunia.
Orang Tionghoa itu telah sampai di Bulan (sebagian orang berkelakar mungkin mereka juga hendak mencocokkan ada atau tidaknya Kelinci besar di Bulan seperti di cerita legenda klasik Cina). Negara yang secara resmi masih berpaham Komunis dan bernuklir namun juga berpasar cukup bebas (Free-Market) a la Kapitalis itu telah melakukannya, menyusuli Amerika Serikat dan Rusia (dulu Uni Soviet). Dan Laptop Amerika Serikat bermerek IBM pun telah berganti nama menjadi Lenovo, yang dimiliki investor dari Cina. Perusahaan minyak dan gas Cina juga sedang mengeksplorasi dunia, termasuk dan terutama di wilayah konflik di Asia Tengah yang didominasi muslimiin, dengan ‘dilindungi’ tentara dan rakyat Amerika Serikat-NATO, yang harus membayari ‘uang keamanannya’. Telepon selular serta aneka barang elekronik buatan Cina – bahkan yang bermerek non Cina - semakin mendominasi pasar barang elektronika murah.
Di negeri Cina, mobil Ferrari, Lamborghini, Bugatti, Rolls-Royce, Maybach, Mercedes, BMW serta aneka merek mobil kelas dunia lain - termasuk merek dan buatan negara Cina sendiri - melintasi jalan-jalan super lebar-mulus mereka, beriringan dengan sistem perkereta-apian super canggihnya. Bahkan populasi Muslim Cina, Muslim Tionghoa di negara Cina, semakin besar dan semakin banyak pula yang mampu naik Haji. Republik Rakyat Cina (RRC), ‘Raksasa Induk yang telah tidur lama’, “Sang Naga” itu, telah ‘bangun’. Dan ‘anak-anak sang Naga’ yang tersebar, kaum Cina Perantauan (Overseas Chinese) itu, bersatu-padu, bekerjasama, berorganisasi, langsung atau tidak, suka atau tidak. Dan menyambutnya dengan suka-cita, baik karena maksud romatisme ras dan masa-lalu, maupun mungkin hanya karena pragamatisme sifat politik dan bisnis, dan lain-lain.
Maka Perdana Menteri Cina Hu Jintao dan timnya pun telah menjelma menjadi CEO (Chief Executive Officer) atau Direktur Presiden, merangkap Direktur Pemasaran, Direktur Investasi, dan Public Relation Director paling hebat dan paling besar asetnya di muka Bumi saat ini. Bahkan Taiwan pun - ‘propinsi yang membangkang’ menurut Republik Rakyat Cina - bekerjasama dagang dan bisnis dengan baik sekali dengan induknya ini. Bahkan di tengah ketegangan antara mereka. Dan kita tahu, salah satu pusat ekonomi-bisnis Kapitalisme Asia, Hong Kong, telah menjadi milik RRC sepenuhnya, sejak dikembalikan Kerajaan Inggris Raya (Great Britain atau United Kingdom alias GB atau UK) kepada RRC.
Asia yang luas semakin mantap keluar dari Krisis Asia, juga semakin mantap menentukan cara-caranya sendiri. Asia sedang membangun kehormatannya kembali. Asia secara umum, dan khususnya wilayah Asia Tenggara, pernah diterpa badai krisis yang sangat berat di akhir Abad XX Masehi, dan sedang menggeliat bangkit berdiri. Sementara itu Australia serta Singapura – bagian penting dari Asia - juga semakin kukuh menjadi wakil Amerika Serikat dan sekutunya, dan kepentingannya di Asia.
Nusantara Indonesia sendiri sedang mencari dan menjalani bentuk penyembuhan terbaik setelah terluka dan ‘babak-belur’ atas aneka krisis, konflik, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang buruk, dan terjadinya tarik-menarik berbagai kekuatan dan kekuasaan di dalamnya. Terutama ini adakah akibat adanya aneka kekuatan besar yang berusaha membawa bangsa ini ke sistem Barat, Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, mendangkalkan akidah Islam pula, egoisme individu dan golongan, dan juga dengan sendirinya usaha menjuali kekayaan dan tanah Indonesia kepada mereka. Aneka kekuatan itu tentu saja masih mencoba melakukannya hingga kini. Wajah pembangunan Indonesia menjadi sedikit-banyak berbeda dengan maksud UUD ’45. Indonesia, yang masyarakatnya masih banyak yang tak cukup berpengetahuan, tak cukup pintar dan bijaksana; adalah wilayah yang sangat menarik bagian sebagian orang, untuk kepentingan mereka. Wilayah ini adalah wilayah yang penting bagi keseimbangan global.
Lalu kekuatan lama yang lain, Amerika Serikat atau United States of America, sedang hampir panik dalam kesulitannya setelah aneka krisis besar dan aneka perang luar-negerinya yang mereka terlibat di dalamnya, dan sedang agresif berusaha bangkit, bahkan hampir dengan segala cara, yang baik atau yang buruk. Kekuatannya bolehlah dikatakan, sedang terdegradasi. Dan mereka sadar itu. Dan sejak lama, sejak sebelum Abad XX masehi, di negara ini, lobby kekuatan jaringan Yahudi, kuat sekali. Baik yang di dalam negeri maupun di luar negerinya itu. Negara Israel pun tetap lahir dan membesar karena – terutama - pemeliharaan mereka, Amerika Serikat dan jaringan Yahudi itu.
Amerika Selatan juga sedang membangun dan sebagian dari mereka sangatlah nasionalis dan bermusuhan dengan maksud cengkeraman Amerika Serikat dan sekutunya.
Kekuatan yang lebih lama daripada Amerika Serikat, yakni Uni-Eropa, sedang diam-diam membangun diri dan membalas Amerika yang sempat mempecundanginya di masa lalu tak jauh dari masa sekarang, di tengah segala tantangan ke Uni-Eropaannya pula, termasuk antara negara yang kuat ekonominya dan yang lemah ekonominya dan egoisme masing-masing. Di tahun 2011-2012 Masehi, banyak dari anggota Uni Eropa sedang dalam kesulitan keuangan besar pula.
Wilayah Afrika, sedang dalam taraf awal akan keseimbangan ekonomi dan perdamaian baru dan sedang membangun diri.
Kemudian wilayah tengah dunia, Timur-Tengah, masih – dan kadang semakin - menikmati keberlimpahan kekayaan, sedang melakukan restrukturisasi regional dan menggantii pemerintahan-pemerintahan lama, terutama mereka yang dianggap diktator. Para penguasa lama di Mesir, Libya bahkan sudah tumbang di tahun 2011. Dan mereka juga tetap bersitegang dengan Israel-Yahudi yang ‘menyelundup’ karena dibantu Kerajaan Inggris Raya dan Amerika Serikat ke wilayah mereka setelah Perang Dunia II.
'Ras' atau golongan Yahudi ini mencoba kembali ke Bukit Zion setelah ras Yahudi dijajah, terusir, dan menyebar (serta bercampur-baur dengan banyak ras lain) dalam apa yang disebut sebagai Great Diaspora atau penyebaran ras Yahudi ke berbagai penjuru dunia selama ribuan tahun.Wilayah ini sejak jaman para Nabi seluruhnya adalah wilayah yang penuh konflik namun amat menarik.
YAHUDI DAN PERANG AKHIR JAMAN
Sungguh! Satu per satu ramalan/nubuwwah Rosululloh shollollohu 'alaihi wasallam tentang tanda-tanda akhir jaman, yang diberitahukan Allah, Al Ilah, Penguasa Alam Semesta, satu per satu, dipenuhi!
Semua negara-wilayah di sekitarnya yang kini menjadi wilayah muslim, yang dulu mengalahkan Yahudi (kini memakai nama Israel) bahkan sejak ribuan tahun lalu, sedang dikacau oleh pihak-pihak tertentu. Apakah oleh agen-agen Yahudi dan komplotannya? Entah. Namun sejak dulu Yahudi memang membenci mereka.
Ketahuilah pula, klaim tanah yang dijanjikan Yahudi, bukan hanya Palestina, namun sampai ke Iraq, Suriah, Makkah, dan Madinah. Ketahuilah, Yahudi yang diusir dari Makkah, Madinah dulu, saat mereka mengingkari perjanjian damai, adalah justru dari klan-klan tertinggi dari Yahudi. Dan mereka juga mengklaim itu adalah wilayah mereka. Juga setelahnya, seluruh dunia.
Dan ketahuilah, Persia (Iran kini) adalah salah-satu pusat Yahudi dan peradaban Kabbalahnya (mistisme Yahudi) di masa lalu (wilayah lainnya termasuk Makkah dan Madinah). Mereka SANGAT BENCI kepada Islam, apalagi terhadap Amirul Mu'miniin Umar bin Khotthob rodhiollohu 'anhu, karena di masa pemerintahannyalah, Persia dan Romawi tumbang dan Persia menjadi wilayah muslim. Dan kita tahu, bahwa beliau dibunuh ditikam dari belakang saat memimpin sholat Subuh oleh orang Persia, Abu Lu'lu al Majusi, yang kini sebuah makam di Iran, dikunjungi Syi'ah sebagai obyek wisata ruhani, dan diyakini sebagai kuburan Abu Lu'lu.
Kini Iraq sudah dipotong. Suriah sedang bergolak, Mesir diancam dan hampir jatuh. Gaza di awal tahun baru Muharram 1434 H (akhir 2012) ini sedang diserang kembali, dan Palestina hanya tinggal sepotong kecil. Masjidil 'Aqso yang dibangun oleh Nabi Sulaiman 'alahissalaam sedang diperebutkan, sedangkan ini adalah tempat Utusan Tuhan, Rosululloh, Muhammad shollollohu 'alaihi wasallam, melakukan Isra' Mi' Raj menghadap ke Allah, dan tempat suci Islam. Indonesia sedang semakin dikacau oleh Syi'ah. Dan sejak dulu oleh kepentingan-kepentingan Yahudi, termasuk dalam Kapitalisme dan Liberalisme serta Pluralisme juga Sekulerisme. Dan lain-lain.
Dan jika merujuk kepada Al Baqarah 20-102, khususnya ayat 102, maka salah-satu alasannya adalah mereka sangat berkepentingan, dalam kepercayaan displin ilmu Kabbalah dan Talmud mereka, untuk menguasai Masjidil 'Aqso, atau dalam bahasa mereka, Kuil Solomon/kuil Salomo. Sedangkan di sanalah, di bawahnyalah, menurut kisah Isrilliyah, berbagai kekuatan supra-natural, antara lain yang diujikan Allah melalui kedua malaikat Harut dan Marut (baca Al Baqarah 102), disimpan, setelah ditertibkan oleh Nabi Sulaiman 'alaihissalam!
YAHUDI DAN SYI'AH DAN PERANG AKHIR JAMAN
Dan mereka yang paham, akan tak cukup merasa heran, bahkan waspada dan bersiap-siap, bahwa Messiah yang ditunggu Yahudi, dalam mitos untuk memenangkan mereka, adalah SERUPA dengan Dajjal dan pasukan Ya'Juj-Ma;juj yang memang akan diperangi muslim, bersama Imam Mahdi dan pasukannya, dan Utusan Allah, Rosululloh 'Isa bin Maryam (di Alkitab cukup diserupakan dengan Yesus), 'alaihissalaam.
Dan subhanallah, klaim Syi'ah akan tindakan Imam Mahdi mereka, juga justru serupa dengan klaim Yahudi akan Messiah mereka. Yang kesemuanya akan memerangi muslim, Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Bagi kaum Syi’ah tertentu, harta dan darah kaum Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah halal bagi kaum Syi’ah. Dan bahkan di akhir jaman, mereka percaya bahwa Imam Mahdi Syi’ah akan tinggal di Bumi selama 70 tahun untuk membalas dendam, menegakkan hukum keluarga Dawud (hukum Bani Israil), akan menyeru ke Allah dengan nama Ibraninya (Kitab ”Ushul Al Kafi”Jilid I, halaman 398), menghancurkan semua Masjid (Kitab ”Al Gharib” halaman 247 oleh Ath-Thusy), berdamai dengan Yahudi dan Nasrani, dan menghalalkan darah muslim (Kitab ”Bihar al-Anwar” Jilid 52 halaman 376).
Perbedaan keyakinan akan Imam Mahdi:
- Mahdi bagi Ahlus Sunnah Al Jama’ah bernama Muhammad atau Ahmad bin ‘Abdullah (keterangan dari Hadits Rosululloh - shollollohu ‘alaihi wasallam - riwayat Sunan Abu Dawud dan At-Tirmidzy, dishahihkan oleh Al Albani dalam Myskat al Mashabih).
- Sedangkan Imam Mahdi Syi’ah adalah Muhammad bin Hasan Al Asykari.
Doktrin Mahdiyah (perihal al-mahdi) dan Raj’ah (kedatangan kembali) dihubungkan dengan status Imam Mastur (bersembuyi) yang dipercaya akan muncul kembali sebagai Mahdi yang membangun kerajaan Allah menjelang hari Kiamat kelak.
Ajaran ini bagi sebagian kalangan ditengarai memiliki akar dalam ajaran agama Zarathustra yang dianut bangsa Persia sebelum kedatangan Islam yang datang ke Persia pada masa Kholifah Umar bin Khoththob - rodhiollohu ‘anhu -.
SEJARAH YAHUDI
Catatan tentang sejarah Yahudi dan penyelewengan Kitabullah (Kitab Tuhan), dan betapa dendamnya mereka terhadap bangsa-bangsa di sekitar mereka, antara lain:
Nabi Musa ‘alaihis salaam memang diketahui telah menuliskan Taurat pada Loh Batu, dan dimasukkan ke dalam Tabut, yang antara lain tentang ini juga dimaktubkan dalam Injil Keluaran 24:12, 25:21, 35:12, 34:1-4. Dan, Sepuluh Perintah Tuhan Kitab Taurat Musa itu masih ada pada Injil kitab Ulangan 5:7-21:
- Jangan ada padamu Tuhan lain di hadapanKu
- Jangan membuat patung yang menyerupai apapun yang dilangit atas atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air dibawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya, atau beribadah kepadanya.
- Jangan menyebut nama Tuhan, Allohmu, dengan sembarangan
- Tetaplah ingat dan kuduskan hari Sabat (Sabtu)
- Hormatilah ayahmu dan ibumu
- Jangan membunuh
- Jangan berzinah
- Jangan mencuri
- Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
- Jangan mengingini istri sesamamu dan harta-harta mereka
Sebab utama dari ketidakaslian ini dapat ditelusuri dalam rangkaian fakta sejarah, dan dimulai setidaknya saat setelah wafatnya Nabi Sulaiman ‘alaihis salaam (di Injil dikenal sebagai Solomon atau Schlomo atau Salomo), Nabi besar Yahudi, Kristen, dan Islam, pada tahun 992 Sebelum Masehi (Sebelum Masehi), saat kerajaannya terpecah-belah menjadi dua bagian besar:
- Kerajaan Bagian Utara, bernama Kerajaan Israel, yang terdiri dari 10 suku Israel, dibawah pimpinan Raja Yerobeam (lihat Injil I Raja-raja 13:33, 14:20) dan ibukotanya berpindah-pindah dari Sikhem, Pnuel, Tirza dan akhirnya Samaria (lihat Injil I Raja-raja 12:25a, 12:25b, 14:17, 16:24,29). Elohim adalah nama Tuhan dari Kerajaan Israel Utara.
- Kerajaan Bagian Selatan, bernama Kerajaan Yehuda, yang terdiri dari 2 suku Yahudi, dan rajanya bernama Rehabeam (lihat Injil I Raja-raja 14:21-31) dengan ibukota Yerusalem. Yerusalem (atau ”Daarussalaam”, kota yang disucikan Islam, Kristen dan Yahudi) adalah tempat menyimpan tabut berisikan kitab Taurat di masa ini. Dan Jahweh atau Yahweh atau Yehova adalah nama dari Tuhan Kerajaan Israel Selatan dari suku Yehuda dan Benyamin ini.
Namun ternyata raja Israel (Kerajaan Utara), Yerobeam, tidak senang dan tidak setuju menjadikan Yerusalem sebagai pusat peribadatan, walaupun tabut Musa ‘alaihis salaam ada di sana, dan ia memilih kota Betel dan Dan sebagai pusat peribadatan baru.
Ia pun mendirikan patung anak lembu dari emas sebagai obyek peribadatan mereka (Injil I Raja-raja 12:26-33), sebagai lambang dewa kesuburan. Ini sekaligus membuat Israel kembali menyembah berhala (Injil I Raja-raja 13:34, 15:30,34; II Raja-raja 10:29, 13:6, 14:24, 17:22).
Penyembahan berhala ini juga membuat kemelut di kalangan rakyat Israel sendiri, dan mencapai puncaknya pada masa Raja Ahab. Nabi Elia (Ilyas ’alaihis salaam) dikenal menentang keras penyembahan itu, sedangkan istri dari raja Ahab itu, yang bernama Ratu Izebel, justru secara terang-terangan mempopulerkan penyembahan berhala yang bernama Baal.
Dan di antara unsur dari bentuk peribadatannya, adalah melakukan persundalan (perzinahan) yang dilakukan di dalam kuil-kuil dewa, dan berbagai bentuk peribadatan berupa perilaku seksual yang tentu saja justru sangat bertentangan dengan hukum Taurat.
Maka tentulah saja lama-kelamaan mereka melupakan ajaran Taurat.
Allah subhanahu wa ta’aala kemudian menakdirkan bahwa, Raja bangsa Asyur atau Asyuria (yaitu wilayah Syria saat ini) yang bernama Raja Sargon II, dapat menghancurkan Kerajaan Utara (Israel) pada tahun 722 Sebelum Masehi, dan sekitar 27.290 penduduk Israel dari golongan menengah-atas, dibuang (Injil I Raja-raja 14:15, 17:18; II Raja-raja 17:5-6).
Penduduk bangsa lain dipindahkan pula ke negeri Israel, sehingga terjadilah asimilasi ras keturunan maupun kepercayaan karenanya.
Kerajaan Selatan (Yehuda) pun tak luput dari serangan penguasa lain. Pada tahun 586 Sebelum Masehi, Kerajaan Yehuda diserbu oleh Raja Nebukadnezar dari Kerajaan Babylonia (Iraq-Iran) dan tempat-tempat ibadah Yahudi serta tabut berisi Taurat Musa pun hancur pula karenanya.
Semua pejabat dan rakyatnya digiring ke Babylonia, kecuali yang sakit, miskin, dan cacat (Injil II Raja-raja 25:1-21).
Di negeri pembuangan ini, terjadilah kawin campur orang-orang Yahudi dengan penduduk setempat sehingga terjadilah pula asimilasi keturunan maupun kepercayaan, bahkan akhirnya mereka tidak lagi mengerti bahasa ibunya sendiri.
Al Quran Surat Al Israa ayat 2-7 (17:2-7):
(2) Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,
(3) (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya Dia adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.
(4) Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali [*] dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar".
(5) Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
(6) Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
(7) jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
[*] Tafsir umum: yang dimaksud dengan membuat kerusakan dua kali ialah pertama menentang hukum Taurat, membunuh Nabi Syu'ya alaihis salaam dan memenjarakan Armia alaihis salaam dan yang kedua membunuh Nabi Zakaria alaihis salaam dan bermaksud untuk membunuh Nabi ‘Isa ‘alaihis salaam. Akibat dari perbuatan itu, Yerusalem dihancurkan (Al Maraghi).
Lima puluh tahun kemudian, penguasa atau penjajah bangsa Yahudi yaitu Kerajaan Babylonia itu melemah, dan pada 539 Sebelum Masehi, Kerajaan Babylonia kalah oleh Raja Cyrus atau Koresy (atau sebagian menyebutnya sebagai Alexander) dari Kerajaan Persia. Raja Cyrus kemudian mengijinkan bangsa Yahudi kembali ke Yerusalem, maka pada sekitar tahun 397 Sebelum Masehi Nabi Uzair (Nabi Ezra) ’alaihis salaam memimpin eksodus 1.800 orang Yahudi menuju Yerusalem.
Di masa ini pulalah, para Rabbi (pendeta Yahudi) dan para pihak pemegang mandat aristokrasinya melarang kawin campur antara Yahudi dengan non-Yahudi lebih jauh, untuk upaya terakhir menyelamatkan bangsa Yahudi yang tersisa dari semakin dalamnya asimilasi suku, bahasa, kebudayaan dan bahkan kepercayaan, yang menyapu bersih peradaban dan agama bangsanya.
Pada masa itulah, diduga Nabi Uzair ‘alaihis salaam (atau dengan dibantu pihak yang berkaitan dengan beliau) atau yang di Injil dikenal sebagai Ezra, merevisi dan menyusun kembali Kitab Ulangan, dan menambahkan empat (4) kitab sejarah Israel di masa Musa (yaitu yang dikenal sebagai Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, dan Bilangan) yang kemudian disebut sebagai ”Taurat Musa” itu.
Namun karena sebagian besar bangsa Yahudi sudah tidak dapat berbahasa Ibrani lagi, maka Kitab yang disebut sebagai Taurat itupun, diterjemahkan ke dalam Bahasa Aram.
Kemudian, Kitab yang ditulis Ezra itu pun ternyata di kemudian hari juga lenyap dibakar oleh Raja Syria, Raja Anthiokus, pada tahun 170 Sebelum Masehi. Raja lain, Raja Titus, seorang Raja Romawi, dicatat juga berusaha melenyapkan tulisan-tulisan itu.
Setelah masa itu, ditemukanlah salinan-salinan ’suci’ warisan lama dalam bahasa Ibrani dengan huruf Aram, dan pada sekitar tahun 250 Sebelum Masehi, sisa naskah kuno itu diterjemahkan ke dalam Bahasa Yunani oleh Ptolomeus Philadelphi dari Alexandria yang salinan ini kemudian disebut sebagai ”Septuaginta”. Naskah asli Septuaginta ini sendiri, namun, kemudian juga hilang pada jaman Origenes Adamanthios.
Lebih jauh, Nabi Yeremia, melalui suratnya yang juga dicatat di Injil, menyatakan bahwa lima (5) kitab pertama dari Alkitab yang diklaim sebagai Taurat tersebut, adalah suatu bentuk kebohongan yang diklaim sepihak sebagai Kitab Taurat (atau sebenarnya adalah Kitab Taurat palsu).
Kitab Yeremia 8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: ”Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat Tuhan”? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.
Jadi jelaslah bahwa Kitab Taurat Musa yang asli telah kabur dimakan sejarah sejak abad VI Sebelum Masehi.
Kitab yang disebut sebagai Taurat Musa yang ada saat ini adalah hanya hasil dari kumpulan terjemahan dari para penulis sejarah, yang banyak berisikan sejarah Bangsa Bani Israil-Yahudi dan tatacara aturan agamanya, dengan tingkat keakuratan yang rendah.
Karenanya, sehubungan dengannya, ini membenarkan petunjuk di Al Quran :
Al Quran Surat An Nisaa’ ayat 155 (4:155):
Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup." Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.
Al Quran Surat Al Maaidah ayat 13 (5:13):
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Al Quran Surat Al An’aam ayat 91 (6 :91):
Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya [*].
[*] Kalimat ”... biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya” adalah sebagai sindiran kepada mereka, seakan-akan mereka dipandang sebagai kanak-kanak yang belum berakal, dan insya Allah adalah juga sebagai hukuman bagi mereka.
KABBALAH, TALMUD, GREAT DIASPORA DAN ISRAEL
Setelah kemudian dijajah Romawi (dan saat itu Nabi ‘Isa ‘alaihis salaam diutus ke Bumi), bangsa Yahudi ini kemudian selama hampir 2000 tahun tercerai-berai, dan dapat dikatakan berasimilasi dengan berbagai ras di berbagai penjuru dunia, dalam apa yang dinamakan masa ”Great Diaspora” (Penyebaran Hebat) ini, dan akidah serta rasnya bercampur-baur dengan berbagai akidah dan ras di berbagai sisi dunia, terutama dengan kaum Kristen-Barat.
Ini berlangsung hingga kira-kira akhir Abad XIX Masehi dan awal Abad XX Masehi saat mereka berusaha bersatu dalam Zionisme untuk menduduki Palestina, khususnya Bukit Zion, untuk mendirikan Kuil Solomon (warisan Nabi Sulaiman ’alahis salaam) kembali dan meruntuhkan Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsho (tempat suci ketiga Islam yang telah berdiri di sana sejak masa Kholifah Umar bin Khotthob rodhiollohu ‘anhu). Dan ini terutama dimotori orang-orang dari keluarga Rotschilds dan Rockefeller.
Atas bantuan Kerajaan Inggris dan Amerika Serikat, sejak tahun 1948 Masehi, lahirlah negara Israel dengan cara mencaplok-mencuri wilayah Palestina yang diberikan kepada Yahudi oleh Kerajaan Inggris Raya dan Amerika Serikat, khususnya Inggris yang waktu itu menguasai Palestina sejak merebutnya dari Kekholifahan Turki Utsmaniyyah yang hancur di tahun 1924.
Sebagai catatan, sisa Kuil Solomon ini, adalah seonggok tembok yang disebut sebagai “Tembok Ratapan” di Daarussalaam (Yerusalem) dan diratapi kaum Yahudi sebagai salah satu bentuk peribadatan mereka. Ini masih dapat disaksikan hingga kini. Baitul Maqdis atau Majidil Aqsho yang berdiri di atas reruntuhan Kuil Solomon, masih di tangan muslim, di Palestina, hingga sekarang.
Namun kini, amat disayangkan, Baitul Maqdis dan Palestina berada dalam dominasi negara Israel, yang ‘menyelundup ke Timur-Tengah’, menjajah Palestina, atas bantuan Kerajaan Inggris dan Amerika Serikat.


Masjidil Aqsho memang adalah bentuk lebih lanjut, Masjid, dari rumah peribadatan yang didirikan Nabi Sulaiman ‘alaihis salaam (yang dikenal sebagai Raja Solomon atau Salomo atau Schlomo oleh orang Yahudi dan Kristen).
Kuil Solomon itu sudah lenyap dihancurkan Romawi, dan kemudian di masa Kholifah Umar bin Khotthob - rodhiollohu ‘anhu -, sisa-sisa bangunan itu dijadikan masjid (selain Masjid Umar bin Khotthob sendiri yang dibangun baru di sebelahnya). Dan perebutannya menimbulkan ketegangan dan perang berkepanjangan hingga kini yang bahkan didanai berbagai pihak (perusahaan) swasta kroni mereka (daftar penyumbang.
Dalam pandangan kaum Yahudi militan, kaum Muslimiin yang menurut mereka adalah kafir, tidak sah menjadikan (sisa) Kuil peribadatan mereka menjadi Masjid.
Dan karenanya Baitul Maqdis serta Palestina hendak dilenyapkan dari muka Bumi, digantikan Kuil peribadatan mereka dan digantikan bangsa mereka, karena menurut ideologi mereka, Palestina adalah tanah yang dijanjikan Tuhan bagi mereka. Dan lebih daripada itu. Juga ke wilayah lain, dan KE SELURUH DUNIA!
Kiranya kini kita juga melihat orang yang menyebut dirinya sebagai (keturunan) Yahudi, berciri-ciri fisik bermacam-macam.
Ada yang terlihat sangat seperti orang Kaukasia (kulit putih) dan ini banyak sekali dan sebagian darinya bahkan telah pula beragama Kristen. Ada pula yang terlihat seperti ras Semit (orang Timur-Tengah dan ini insya Allah adalah bentuk aslinya) dan cukup banyak pula jumlahnya. Ada pula yang terlihat seperti campuran orang Asia (sebagian kecil berasimilasi dengan bangsa Asia, misalnya bangsa Indonesia yang antara lain yang memiliki Synagogue di Jalan Raya Kayoon di Surabaya). Bahkan ada pula yang dapat terlihat kehitaman seperti ras orang Afrika (sebagian kecil darinya).
Dan sebagian besar dari mereka, herannya, masih kukuh berpendapat bahwa mereka adalah bangsa terpilih dan juga beragama istimewa yang paling benar dan pantas memimpin dunia, walaupun terbukti ras dan ajaran mereka sudah tak murni lagi, jika saja hendak jujur memandang.
Mereka bahkan dapat berasimililasi dan berkomplot dengan orang Kristen dalam menegakkan impian superioritas ini, namun juga masih mempertahankan klaim kebenaran masing-masing, dalam persekutuan pragmatis, menghadapi ”common enemy” (musuh bersama) mereka, yaitu Islam dan kaum Muslimiin ini serta sekutunya.
Patut dicatat bahwa sebenarnya istilah “Yahudi (Judaisme)” bahkan baru pada abad XIX Masehi di dunia Barat muncul sebagai istilah untuk menyebut satu agama.
Dalam buku yang berjudul, “Judaism”, penulisnya yang bernama Pilkington, menceritakan bahwa pada tahun 1937 Masehi, para rabbi di Amerika bersepakat untuk mendefinisikan Yahudi sebagai definisi, “Judaism is the historical religious experience of the Jewish people.”
Jadi, agama Yahudi, adalah agama sejarah. Maka penamaan, tata cara ritualnya, dibentuk oleh proses sejarah, tak lepas dari apa yang telah terjadi sepanjang sejarah. Maka Filsafat dan akidah dalam khazanah Yahudi pun, bercampur baur dengan hawa nafsu manusianya, sebagai subyeknya, sepanjang sejarahnya.
Bukan murni dari Tuhan, dari Allah.
Namun ironisnya ini diyakini mereka dan ini bahkan dipropagandakan mereka.
Dari tulisan H. Irena Handono, salah-satu pakar Kristologi dan hubungan-hubungannya, tentang Yahudi:
Mitos yang Diyakini Kaum Yahudi
Hubungan antara Yahudi dan Yerusalem bisa dilihat di Bibel Perjanjian Lama. Menurut pandangan Yahudi, daerah yang paling suci adalah Mount Moriah (Gunung Moriah), yang kemudian dikenal dengan Temple Mount (Kuil Gunung). Area ini yang mereka klaim sekarang terletak di bawah bangunan (masjid) milik Muslim, the Dome Of the Rock atau Kubbah As-Sakhra. Dalam Perjanjian Lama (Taurat), Yerusalem mempunyai banyak nama, Salem (Shalem), Moriah, Jebuse (Yevuse), Jerusalem (Yerushalayim), and Zion (Tzi-yon). Dan terbanyak yang disebutkan dalam Perjanjian Lama adalah Yerushala-yim, yang disebutkan sebanyak 349 kali, sementara Tziyon disebutkan sebanyak 108 kali.
Menurut kepercayaan Kabbalah, suatu tradisi mistis Yahudi, batu dari Gunung Moriah yang dikenal sebagai "Even Shtiyah"- the Drinking Stone (batu yang sedang minum), adalah pusat dari alam semesta, tempat di mana dunia terairi secara spiritual. Kisah-kisah dalam Bibel yang berhubungan dengan Gunung Moriah sangat banyak, antara lain adalah: Ketika Ishak pergi ke sebuah lapangan ia bertemu Ribka untuk pertama kalinya (Kitab Kejadian 24:63-67), dia berdiri di gunung Moriah (Yerusalem). Mimpi Jakub naik ke surga melihat para malaikat turun tangga (Kejadian 28:10-22), juga terjadi di tempat ini, gunung Moriah (Yerusalem).
Menyambut kedatangan Mesiah
Dan orang Yahudi yang beriman selalu menyisakan tempat kecil pada dinding rumah mereka tanpa diplester tanpa dicat. Ini sebagai tanda kedukaan perusakan Kuil.
Dalam keyakinan Yudaisme, yang sesungguhnya telah bergeser jauh dari Taurat yang dibawa oleh Musa as, bangsa Yahudi yakin bahwa kelak seorang Messiah akan datang mengangkat derajat dan kedudukan bangsa Yahudi menjadi pemimpin dunia. Kehadiran Mesiah inilah yang menjadi inti dari semangat kaum Yahudi untuk memenuhi Tanah Palestina.
Bagi zionis Yahudi, mereka menganggap Kuil Sulaiman harus sudah berdiri untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas singgasananya yang pada akhirnya diperuntukkan bagi pusat pemerintahan dunia (One World Order).
Ada satu syarat lagi menjelang hadirnya Messiah, yakni mereka harus menemukan dan menyembelih serta membakar seekor sapi betina berbulu merah berusia tiga tahun dan belum pernah melahirkan anak. Untuk yang satu ini pun kaum Zionis telah mempersiapkannya. Melalui suatu proses rekayasa genetika, di tahun 1997, mereka telah mendapatkan seekor sapi dengan ciri-ciri tersebut.
Hanya saja, mereka terbentur satu persyaratan lagi, yakni penyembelihan dan pembakaran sapi merah ini harus dilakukan di atas kaki Bukit Zaitun. Masalahnya saat ini bukit Zaitun masih berada di tangan bangsa Palestina. Sebab itu, kaum Zionis selalu berupaya tanpa lelah mengusir orang-orang Palestina dari wilayah ini.
Membangun Haikal Sulaiman
Para ahli arkeologi sepakat, ibukota Kanaan dan ibukota kerajaan Daud as berlokasi di tempat yang sekarang ini adalah kampung Arab, Silwan, beberapa kilometer sebelah selatan tembok ”baru” dari Kota Tua.
Kuil Sulaiman (Haikal Sulaiman) juga dikenal sebagai Beit HaMikdash (Kuil yang Suci). Pemilihan lokasi kuil ini dahulu dilakukan oleh Nabi Daud as yang saat itu beliau menunjuk puncak gunung Moriah (II Samuel 24:18-25).
Kitab 1 Raja-raja 6-8 menggambarkan dengan detail bagaimana anak Daud as, Raja Sulaiman, memba-ngun dan meresmikan Kuil. Walaupun hingga kini belum ada kejelasan pasti di mana lokasi Haikal Sulaiman berada, tapi sementara semua pakar arkeologi setuju bahwa bangunan itu berdiri di atas Gunung Moriah. Yahudi mengklaim di Al-Aqsa. Padahal tidak ada yang tahu pasti.
Itulah beberapa mitos yang dipegang kuat oleh Yahudi.
Maka jika menurut ini, Zionisme bukan sekadar gerakan 'religion', tapi sebuah gerakan makar besar untuk menguasai dunia dalam satu tatanan, The New World Order, Novus Ordo Seclorum (alias Tatanan (dunia) Baru yang Sekuler), meminggirkan Agama. Sebuah sistem dunia yang (sebenarnya) menghamba pada Lucifer (setan).
Demikianlah tulisan beliau.
Kaum Yahudi sekarang cenderung tidak memakai kitab suci Taurat (yang diturunkan kepada Nabi Musa ’alaihi salaam). Kitab yang sekarang jadi pegangan adalah Talmud; tafsir dari apa yang dikatakan adalah ajaran Moses (atau Moshe dalam bahasa Ibrani), bukan berasal dari “langit“ tetapi adalah sebuah kitab yang ditengarai dapat berasal dari para penyihir di zaman Mesir Kuno yang menganut ajaran Kaballah (yang oleh para ahli ditengarai sebenarnya adalah menyembah setan Lucifer). Menurut sejarah, ini ditulis oleh 70 pendeta bangsa Yahudi. Mereka menisbatkan ini kepada sesuatu yang mereka klaim diajarkan oleh Nabi Sulaiman (Salomo atau Schlomo) ’alaihissalaam. Padahal ini adalah sihir.
Dan kemudian Nabi Sulaiman (Salomo atau Schlomo) ’alaihissalaam memberantas mereka dan menyimpan sisa-sisanya di bawah Masjidnya, Masjidil ’Aqsa (yang oleh Yahudi disebut sebagai Kuil Sulaiman atau The Temple of Solomon), melarang siapapun menggunakannya, dan inilah yang berusaha dicapai Yahudi yang mempercayai Kabbalah, Talmud, dan Zionisme, agar dapat menggunakan ini untuk berkuasa.
Dan Perang Akhir Jaman, adalah antara pengikut Setan dan pengikut para Nabi.
Al Quran Surat Al Baqarah:
101. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).
102. Dan mereka mengikuti apa [*] yang dibaca oleh syaitan-syaitan [+] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat[-] di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya[%]. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
103. Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.
[*]. Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir).
[+]. Para mufassirin berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan 2 orang malaikat itu. Ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura saleh seperti Malaikat.
[-]. Bermacam-macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-beraikan masyarakat seperti mencerai-beraikan suami isteri.
[%] Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Yahudi berkata: "Lihatlah Muhammad yang mencampur-baurkan antara haq dengan bathil, yaitu menerangkan Sulaiman (Nabi) digolongkan pada kelompok nabi-nabi, padahal ia seorang ahli sihir yang mengendarai angin." Maka Allah menurunkan ayat tersebut di atas (S. 2: 102) yang menegaskan bahwa kaum Yahudi lebih mempercayai syaitan daripada iman kepada Allah SWT. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Syahr bin Hausyab.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi bertanya kepada Nabi - shollollohu ‘alaihi wasallam - beberapa kali tentang beberapa hal dalam Taurat. Semua pertanyaan mengenai isi Taurat, dijawab oleh Allah dengan menurunkan ayat. Ketika itu mereka menganggap bahwa ayat tersebut dirasakan sebagai bantahan terhadap mereka. Mereka berkata dengan sesamanya: "Orang ini lebih mengetahui daripada kita tentang apa yang diturunkan kepada kita."
Di antara masalah yang ditanyakan kepada Nabi - shollollohu ‘alaihi wasallam - ialah tentang sihir. Dan mereka berbantah-bantahanlah dengan Rosululloh tentang hal itu. Maka Allah menurunkan ayat ini (S. 2: 102) berkenaan dengan peristiwa tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Abil-'Aliah.)
Hikayah Israilliyah percaya bahwa di bawah Kuli Solomon (Masjidil Aqso) ini, disimpanlah teknologi rahasia, kekuatan untuk menguasai dunia. Dan kita tahu, bahwa itu insya Allah adalah teknologi kekuatan sihir dahsyat dan perjanjian supra-natural (ghoib) berkaitan dan lain-lain itu.
Dan sebagai perbandingan, di bawah ini adalah kutipan dari Talmud, tentang berbagai ayat indoktrinasi superioritas bangsa dan penganut Yahudi dibandingkan bangsa dan penganut agama lain. Maka bahkan dalam peperangan, tentara Israel wajib mendaras Talmud, mengindoktrinasi diri dengan Talmud, dalam aneka kesempatan khusus, terlebih-lebih di hari Sabbath (Sabtu). Ini semua adalah serangkaian dengan Kabbalah, agama Sihir-Mistik dari Yahudi.
Berbagai cuplikannya:
- Orang Yahudi diperbolehkan berdusta menipu Ghoyim (bangsa non-Yahudi). (Baba Kamma 113a)
- Semua anak keturunan Ghoyim (non-Yahudi) sama dengan binatang. (Yebamoth 98a)
- Seorang Ghoyim (non-Yahudi) yang berbaik kepada Yahudi pun harus dibunuh. (Soferim 15, Kaidah 10)
- Barangsiapa yang memukul dan menyakiti orang Israel, maka ia berarti telah menghinakan Tuhan. (Chullin, 19b)
- Orang Yahudi adalah orang-orang yang shalih dan baik dimanapun mereka berada. Sekalipun mereka juga melakukan dosa, namun dosa itu tidak mengotori ketinggian kedudukan mereka. (Sanhedrin, 58b)
- Hanya orang Yahudi satu-satunya manusia yang harus dihormati oleh siapapun dan oleh apapun di muka Bumi ini. Segalanya harus tunduk dan menjadi pelayan setia, terutama binatang-binatang yang berwujud manusia, yakni Ghoyim (non-Yahudi). (Chagigah, 15b)
- Haram hukumnya berbuat baik kepada Ghoyim (non-Yahudi). (Zhohar 25b)
- Seorang Rabbi (pendeta Yahudi) telah mendebat Tuhan dan mengalahkannya. Tuhanpun mengakui bahwa robbi itu memenangkan debat tersebut ( Baba Mezian 59b)
- Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon Ben Yohai, “ Bahkan orang kafir (Gentiles) yang paling baik pun seluruhnya harus dibunuh” (Perjanjian Kecil, Soferin 15)
- Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non yahudi (Gentiles atau Ghoyim) bukanlah manusia melainkan binatang, (Kerithuth 6b).
- Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang Yahudi (Midraseh Talpioth 225).
- Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin ( Zohar II,4b).
- Tuhan tidak pernah marah kepada orang Yahudi melainkan hanya marah kepada orang-orang non-yahudi (Talmud IV/8/4a).
- Orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipu orang-orang non-yahudi (Zohar,168a).
- “Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari ahli kitab Talmud dari pada ayat-ayat Taurat (Talmud Erubin 2a).
Sedikit catatan tentang asal-muasal penyebutan ”Israel” dari Alkitab:
Di Alkitab, Genesis 32:25-28 disebutkan Yakub berkelahi melawan Allah sejak malam hingga fajar menyingsing. Karena Allah tak dapat mengalahkan Yakub, maka Allah memukul sendi pangkal paha Yakub dan berkata bahwa Yakub telah melawan Allah dan Manusia dan Yakub menang. Adakah ini artinya Allah kalah melawan Yakub?:
Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”
Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” [Genesis 32:24-28]
Perlu diketahui dan dicamkan dalam benak hati setiap muslim(umat Islam) bahwa ISRAIL adalah nama lain dari seorang Nabi yang mulia, keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihis salam.
Maka dari itu JANGAN-LAH KITA SALAH MENGUCAPKAN, apalagi mencaci-maki dengan hina dari perkataan atau nama itu. Sebut saja "Yahudi", bukan "Israil".
Kata “Israil” merupakan susunan dua kata israa dan iil yang dalam bahasa arab artinya shafwatullah (kekasih Allah). Ada juga yang mengatakan israa dalam bahasa arab artinya ‘abdun (hamba), sedangkan iil artinya Allah, sehingga Israil dalam bahasa arab artinya ‘Abdullah (hamba Allah). (lihat Tafsir At Thabari dan Al Kasyaf ketika menjelaskan tafsir surat Al Baqarah ayat 40).
“Sekelompok orang Yahudi mendatangi Nabi untuk menanyakan empat hal yang hanya diketahui oleh seorang nabi. Pada salah satu jawabannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Apakah kalian mengakui bahwa Israil adalah Ya’qub?” Mereka menjawab: “Ya, betul.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ya Allah, saksikanlah.” (HR. Daud At-Thayalisy 2846).
“Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan.” (QS. Ali Imran: 93).
Satu hal yang perlu disadari oleh setiap muslim, penamaan negeri yahudi dengan Israil termasuk salah satu di antara sekian banyak konspirasi (makar) Yahudi (kaum Pembangkang & Pengingkaran) terhadap dunia. Mereka tutupi kehinaan nama asli mereka YAHUDI dengan nama Bapak mereka yang mulia Nabi Israil ‘alaihis salam. Karena bisa jadi mereka sadar bahwa nama YAHUDI telah disepakati jeleknya oleh seluruh dunia, mengingat Allah Ta'ala telah mencela nama ini dalam banyak ayat di Al-Qur’an.
“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Ali Imran: 67)
ZIONISME
Mereka ingin kembali ke bukit Zion di Daarussalam (Yerusalem) di sekitar Masjidil Aqso, dan berkuasa memerintah dunia!
Inilah Zionisme.
Para kaum Yahudi Zionis juga berusaha mencapai tujuannya dengan banyak cara. Antara lain dengan cara mempropagandakan Sekulerisme, Kapitalisme dan Riba, berpedoman pada hasil rapat “Pinisepuh (Tetua) Zion“ di Basel (Swiss) tahun 1897 yang bernama “The Protocols Of The The Meetings Of The Elders Of Zion“, yang ingin mendirikan Negara Israel (Israel Raya) dan menguasai Dunia baru.
Mengutip strategi Zionisme dalam buku “Judruzul Qadimah Ll Ahdasi Israel Wal Yahud”:
XX. Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri seakan-akan bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan terus mengalir ke perbendaharaan kita. Akal hewan bangsa non-Yahudi tidak akan mengerti bahwa hutang kepada negara kapitalis akan menguras kekayaan negaranya sendiri. Sebab bunga hutang itu akan diambil dari hasil bumi negaranya atau masukkan keuangan lainnya. Sekarang kita telah menguasai kekayaan dunia dengan jalan memegang saham dan surat berharga lainnya. Kita akan membentuk pemerintah yang hutang agar terus membutuhkan bantuan dari bank kita. Sehingga pemerintah negaranya akan tergenggam oleh kaum kapitalis.
XXI. Pemerintah non-Yahudi harus digiring agar mau hutang kepada kita agar beban mereka terus meningkat. Kita harus memperbanyak pasar modal dan harus pandai memainkannya. Bila sudah menguasai sektor keuangan, kita akan menghentikan pasar modal agar posisi ekonomi tetap stabil dan kita berusaha agar jangan sampai rugi.
Tentu saja musuh terbesar mereka adalah kaum Muslimiin. Kaum yang berserah diri kepada Tuhan. Allah.
Maka itu juga dapat dilakukan melalui aneka tipu-daya Fremason/Masonry, Demokratisasi, Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, Humanisme dan HAM versi Barat (dan lobi Yahudi di belakangnya dengan standar a la mereka), bahkan juga bentuk Business Privatization dalam Free-Trade/Pasar Bebas untuk penguasaannya, juga Corporatocracy, lalu Globalization untuk mengkampanyekan aneka ide mereka, dan lain-lain kemerosotan standar peradaban termasuk sampai ke pernikahan beda agama, budaya Pop-Liberal (termasuk musiknya) yang melenakan yang juga adalah bagian dari Liberalisme dan Pluralisme, dan sebagainya.
Maka muslim dapat juga dimaksudkan untuk tidak sama-sekali harus berpindah atau murtad dari agamanya - jika sampai murtad tentu lebih bagus bagi mereka - namun cukuplah diusahakan oleh para musuh Islam agar muslim itu menjadi asing akan agamanya, menjadi tak kuat akidahnya, menjadi tak bagus keimanannya, menjadi tak tahu arah hidupnya, menjadi merosot peradabannya, dan sebagainya, dalam aneka budaya Materialisme, Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, Pragmatisme, Rasionalisme, Hedonisme (kesenangan) duniawi, dan sebagainya, sehingga para musuh muslim dapat leluasa menjalankan rencananya dan melemahkan musuh terbesarnya, kaum Muslimiin.
Maka INGATLAH, Nusantara Republik Indonesia Raya ini adalah wilayah yang sebenarnya berpotensi kaya-raya dengan aneka pemberian Allah (termasuk sumber daya energi terbaik dunia yang dapat disia-siakan dengan cara Korupsi-manipulasi-kolusi tak sehat dan sebagainya) dan strategis letak dan maknanya dalam tataran dunia, yang biasanya kekayaan Allah yang dipinjamkan ini diperuntukkan kepada kaum Muslim di wilayah yang dominan Muslimiin!
Dan ini sangatlah menarik kiranya bagi musuh-musuh kebaikan.
Ingatlah bahwa Nusantara ini juga adalah pasar yang sangat besar untuk aneka pemasaran (termasuk pemasaran ide-akidah), dan lain-lain hal terkait; sehingga perlulah agar ini dapat dimanfaatkan mereka dan sekutunya!
Ingatlah bahwa Islam yang benar, yang Ahlus Sunnah wal Jama’ah, masih cukup asing sebenarnya di sebagian masyarakat Indonesia.
Ingatlah bahwa masyarakat Indonesia masih banyak yang awam, bodoh, melarat. Dan ini adalah potensi utama untuk penindasan, penjajahan, pemanipulasian.
Sekarang kita sedang berperang, sebenarnya, setidaknya dalam sebuah Perang Halus, terhadap Setan (yang paling utama dan disebutkan berkali-kali di Al Quran) dan terhadap Kaum Kafir (sebagaimana telah disebutkan di Al Quran satu kali).
Termasuk melalui Pemurtadan atau misalnya pendangkalan-pengasingan muslim terhadap standar akidahnya sendiri, melalui Sekulerisasi atau peminggiran kedudukan agama, melalui Pluralisasi kebenaran agama, melalui Liberalisasi pemikiran yang liar yang merusak akidah, dan lain-lain - oleh para penganut aneka paham-ideologi, Filsafat, agama-agama yang tak lagi laku di belahan dunia Barat namun dikemas dengan kemasan menyenangkan dan menipu rakyat muslim (termasuk di Indonesia) yang sayangnya, masih banyak yang bodoh dan dapat tertipu itu, mungkin terutama karena kemiskinan materi dan kemiskinan pengetahuan Islam dan kemiskinan Iman.
Sudah dibongkar oleh para ahli (misalnya oleh DR. Qasim Assamurai dan bahkan termasuk oleh yang dari kalangan non-muslim seperti pernyataan dari Napoleon Bonaparte saat hendak menjajah negara Islam khususnya Mesir), bahwa misi Misionaris-Kristenisasi, dapat bergandengan tangan dengan sekutunya, termasuk para Yahudi atau simpatisannya dan para pelaku Neo-Kolonialisme atau penjajahan dengan bentuk-cara yang baru-terselubung untuk kepentingan Pragmatis (yang terkini dan termanfaat menurut ukuran manusialah yang akan diikuti-dijalankan).
Berkaitan dengan ini pula, maka, Pak, peneliti Cina dalam bukunya yang berjudul “China and The West” menukil ucapan Napoleon tersebut sebagai berikut: “Delegasi misionaris agama bisa memberikan keuntungan buatku di Asia, Afrika, dan Amerika karena aku akan memaksa mereka untuk memberikan informasi tentang semua negara yang telah mereka kunjungi. Kemuliaan pakaian mereka tidak saja melindungi mereka, bahkan juga memberi mereka kesempatan untuk menjadi mata-mataku di bidang politik dan perdagangan tanpa sepengetahuan rakyat.”
DR. Edward Said juga mengemukakan dalam bukunya ”Al Istisyraq” bahwa, ”Peranan Orientalisme terletak pada keahlian khusus Orientalis (orang Barat yang mempelajari Timur untuk berbagai kepentingan) dalam menggunakannya untuk kepentingan penjajah.”
LAHIRNYA NEGARA ISRAEL DAN KEKACAUAN YANG MEREKA TIMBULKAN
Lahirnya negara Israel juga sedikit banyak berhubungan dengan kejadian-kejadian berbagai Deklarasi Amerika Serikat (USA) dan Kerajaan Inggris (United Kingdom) di bawah yang terjadi di jaman Modern (Abad XVII-XX Masehi) dan Pos-Modern (paruh akhir Abad XX Masehi sampai sekarang) ini (selain kaitan antropologis dan historis-agamis antara bangsa-bangsa ini):
BLACKSTONE DECLARATION 1891: ”Why not give Palestine back to the Jews again? According to God’s distributions of nations, it is their home, an inalienable possesion from which they were expelled by force ... Now give Palestine back to the Jews?” (signed by 413 promenade American Political, business, and Religious Leaders, and presented by USA’s President Benjamin Harrison).
Dan sejak Konferensi Zionis pertama di Basel pada tahun 1897 yang melahirkan organisasi Zionis di Inggris (Zionist Federation of Great Britain and Ireland) yang bertujuan untuk mendirikan negara Israel di Palestina yang saat itu berada di bawah protektorat Daulah Islamiyah Turki Usmaniyah (Turki Ottoman), Bani Israil (Yahudi) tak berhenti untuk berusaha mewujudkannya. Dan ini terutama dimotori orang-orang dari keluarga Rotschilds dan Rockefeller.
Sementara itu, sejak berakhirnya Perang Dunia I dengan Jerman dan Turki Ottoman (Daulah Islamiyah Turki Usmaniyah) sebagai pihak yang kalah, Inggris dan Perancis keluar sebagai pemenang, dan Palestina yang tadinya wilayah Turki lalu berada di bawah lindungan (protektorat) Inggris.
Kemudian Deklarasi Balfour di Inggris pada 31 Oktober 1917 secara formal menyatakan dukungan Inggris untuk mewujudkan negara Yahudi di wilayah Palestina. Saat itu Palestina dikuasai Inggris, setelah pemberontakan Arab dipimpin Sheik dari Bani Saud terhadap Turki dalam kekholifahan Daulah Islamiyah Turki Usmaniyah yang didukung Inggris melalui agen rahasianya, Thomas Edward Lawrence/”Lawrence of Arabia”.
Disebut sebagai Deklarasi Balfour, karena ini adalah pernyataan dalam surat dari Arthur James Balfour (Menteri Luar Negeri Inggris) kepada Lord Walter Rothschild pemimpin komunitas Yahudi Inggris saat itu yang berisikan dukungan Inggris terhadap pembentukan Zionis Federation.
Isinya adalah sebagai berikut:
BALFOUR DECLARATION
Foreign Office, November 2nd, 1917.
Dear Lord Rothschild,
I have much pleasure in conveying to you, on behalf of His Majesty's Government, the following declaration of sympathy with Jewish Zionist aspirations which has been submitted to, and approved by, the Cabinet:
"His Majesty's Government view with favour the establishment in Palestine of a national home for the Jewish people, and will use their best endeavours to facilitate the achievement of this object, it is being clearly understood that nothing shall be done which may prejudice the civil and religious rights of existing non-Jewish communities in Palestine, or the rights and political status enjoyed by Jews in any other country".
I should be grateful if you would bring this declaration to the knowledge of the Zionist Federation.
Yours sincerely,
Arthur James Balfour
Kemudian setelah itu, dukungan lebih nyata dari Kerajaan Inggris dan Amerika Serikat, ANGLO-AMERICA COMMITEE 1946:
The fact that the Arabs have a vast hinterland in the Middle-East, and the fact the Jews have nowhere else to go establishes the relative justice of their claims and of their cause ... Arabs sovereignty over a portion of the debated territory must undobtedly be sacrificed for the sake of establishing a Jewish homeland” (presented by Rheinhold Niehbuhr)
Pada masa Perang Dunia II, kaum Bani (ras) Israil-Yahudi di Eropa disingkirkan dari Jerman dan ’dibantai' dalam Holocaust oleh pasukan Adolf Hitler dan Nazi Jerman, dan cukup banyak dari mereka menyelamatkan diri ke Amerika Serikat dan Inggris.
Terlepas dari kontroversi mengenai benar-tidaknya Holocaust dan jumlah sesungguhnya yang meninggal seperti yang misalnya tentang keraguan yang dinyatakan oleh Presiden Iran Mahmoudinejad, maka Hitler menganggap mereka, rasa Yahudi, adalah ras atau bangsa yang mengkhianati, membunuh, menyalibkan Yesus.
Dan pada kenyataannya di Jerman pada masa itu menurutnya mereka sudah banyak ‘mencuri’ dari bangsa Jerman serta mengotori Jerman. Dengan semangat “Deutsch uber alles” (bangsa Aria Jerman di atas semua bangsa lain), maka tentu saja menurutnya ‘parasit’ Yahudi ini harus dibersihkan.
Pada tahun 1948, sesudah pasukan Sekutu dipimpin Amerika Serikat memenangkan Perang Dunia II terhadap Jerman (dan Italia serta Jepang) di tahun 1945, juga saat mandat Inggris berakhir di Palestina dan sebagai hasil deklarasi PBB, maka negara Israel resmi berdiri di atas tanah Palestina.
Maklumat ini yang kemudian dianggap menganiaya rakyat Palestina, sangat ditentang dan lantas diperangi oleh negara-negara Islam, khususnya 5 negara Arab di sekitarnya. Namun dengan bantuan persenjataan dan berbagai macam hal dari Amerika Serikat dan sekutunya, Israel berhasil memenangkan perang Arab-Israel itu secara telak, atau paling tidak mengimbanginya.
Dengan dibantu persenjataan dari Uni Soviet (kini Russia) kepada negara-negara Arab, Perang Arab-Israel yang kemudian disebut sebagai Perang Enam Hari di dekade berikutnya, menghasilkan hasil kekalahan dan kemenangan perang serta percaturan politik yang cukup berimbang antara Arab dan Israel, yang antara lain memaksa Mesir dan Israel menekan perjanjian damai Camp David, dimotori Presiden Jimmy Carter dari Amerika Serikat.
Dalam rangkaian berbagai perang dahsyat ini, Israel dengan paham Zionismenya yang berkeinginan melanggengkan wilayah Palestina yang telah dicaploknya, didukung penuh Inggris dan Amerika Serikat sejak akhir Perang Dunia II, hampir dengan segalanya.
Patut pula dicatat bahwa negara-negara yang dikenal sangat memusuhi Israel seperti Iraq (terutama di bawah rezim kontroversial Saddam Hussein), Syria, dan Iran, saat ini sedang dalam perang terbuka atau diplomatik yang serius dengan Amerika Serikat dan sekutunya yang dikenal sebagai negara-negara pendukung Israel. Indonesia sendiri sampai hari ini masih berpendirian untuk tidak mengakui dan memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
Solidaritas negara-negara Arab di sekitarnya terhadap Palestina seperti dari pemerintah Suriah, Yordania, Arab Saudi, Iraq, Iran, dan Mesir dengan dibantu pasokan persenjataan dan teknologi militer Uni Soviet; mengakibatkan protes keras, bala bantuan dari negara-negara sekitar terhadap Palestina, dan juga bahkan kemudian rangkaian perang antara negara-negara Arab dan Israel yang menahun, bahkan melibatkan negara-negara beragama Islam lain selain bangsa Arab.
Banyak negara-negara ini dulu berada dalam satu hubungan pemerintahan di bawah Kekholifahan Turki Utsmaniyyah dan Bani Abbasiyah Baghdad, bahkan juga Kekholifahan Islam Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khatthab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Bani Umayyah, Marwani, dan Abbasiyah jauh di masa-masa sebelumnya tentunya.
Israel sendiri selalu didukung penuh oleh Amerika Serikat dan bahkan dalam ”Perang Oktober” yang dimulai dengan serangan Mesir dan Suriah pada Hari Raya ”Yom Kippur” Yahudi 6 Oktober 1973 (Yahudi Israel terhitung kalah di sini), Israel mendapatkan dukungan dana 2,2 miliar dolar dari Konggres Amerika Serikat atas permintaan Presiden Nixon pada tanggal 19 Oktober 1973.
Untuk membalas ini, satu hari kemudian di tanggal 20 Oktober 1973, dilakukan embargo total minyak bumi negara-negara Arab terhadap Amerika Serikat yang didahului penaikan tarif minyak bumi negara-negara Iran dan kelima negara teluk termasuk Arab Saudi sebesar 70% sejak 16 Oktober 1973; sampai diakhiri pada 18 Maret 1974.
Amerika Serikat dan sekutunya kalah total.
Semua mesin perangnya tak dapat bergerak saat itu.
BERLANJUT KE BAGIAN KEDUA ...
Wallohua'lam. Wastaghfirulloh. Walhamdulillah.
_ATM_





No comments:
Post a Comment