PALESTINA MADINAH MAKKAH DAN PERANG AKHIR JAMAN – BAGIAN I
Assalaamu'alaikum.
Saat ini, di Bumi kita kini, sejak beberapa dekade terakhir sejak
melewati Abad Modern yang berakhir di Abad XX Masehi lalu itu, dunia
kita ini sedang berubah menjadi sesuatu yang beberapa dekade sebelumnya
atau sekitar satu Abad lalu, mungkin hampir tak terbayangkan oleh banyak
pihak.
Pertama, suka atau tidak suka, ternyata sekarang kita di dunia sedang menyaksikan kekuatan ‘baru tetapi lama’, bangsa
Cina, Tionghoa, di Tiongkok (Cina), tumbuh sebagai kekuatan raksasa di dunia.
Orang Tionghoa itu telah sampai di Bulan (sebagian orang berkelakar
mungkin mereka juga hendak mencocokkan ada atau tidaknya Kelinci besar
di Bulan seperti di cerita legenda klasik Cina). Negara yang secara
resmi masih berpaham
Komunis dan bernuklir namun juga berpasar cukup bebas (
Free-Market) a la
Kapitalis
itu telah melakukannya, menyusuli Amerika Serikat dan Rusia (dulu Uni
Soviet). Dan Laptop Amerika Serikat bermerek IBM pun telah berganti nama
menjadi Lenovo, yang dimiliki investor dari Cina. Perusahaan minyak dan
gas Cina juga sedang mengeksplorasi dunia, termasuk dan terutama di
wilayah konflik di Asia Tengah yang didominasi muslimiin, dengan
‘dilindungi’ tentara dan rakyat Amerika Serikat-NATO, yang harus
membayari ‘uang keamanannya’. Telepon selular serta aneka barang
elekronik buatan Cina – bahkan yang bermerek non Cina - semakin
mendominasi pasar barang elektronika murah.
Di negeri Cina, mobil Ferrari, Lamborghini, Bugatti, Rolls-Royce,
Maybach, Mercedes, BMW serta aneka merek mobil kelas dunia lain -
termasuk merek dan buatan negara Cina sendiri - melintasi jalan-jalan
super lebar-mulus mereka, beriringan dengan sistem perkereta-apian super
canggihnya. Bahkan populasi Muslim Cina, Muslim Tionghoa di negara
Cina, semakin besar dan semakin banyak pula yang mampu naik
Haji. Republik Rakyat Cina (RRC), ‘Raksasa Induk yang telah tidur lama’,
“Sang Naga” itu, telah ‘bangun’. Dan ‘anak-anak sang Naga’ yang
tersebar, kaum Cina Perantauan (
Overseas Chinese) itu,
bersatu-padu, bekerjasama, berorganisasi, langsung atau tidak, suka atau
tidak. Dan menyambutnya dengan suka-cita, baik karena maksud romatisme
ras dan masa-lalu, maupun mungkin hanya karena pragamatisme sifat
politik dan bisnis, dan lain-lain.
Maka Perdana Menteri Cina Hu Jintao dan timnya pun telah menjelma menjadi CEO (
Chief Executive Officer) atau Direktur Presiden, merangkap Direktur Pemasaran, Direktur Investasi, dan
Public Relation Director
paling hebat dan paling besar asetnya di muka Bumi saat ini. Bahkan
Taiwan pun - ‘propinsi yang membangkang’ menurut Republik Rakyat Cina -
bekerjasama dagang dan bisnis dengan baik sekali dengan induknya ini.
Bahkan di tengah ketegangan antara mereka. Dan kita tahu, salah satu
pusat ekonomi-bisnis Kapitalisme Asia, Hong Kong, telah menjadi milik
RRC sepenuhnya, sejak dikembalikan Kerajaan Inggris Raya (Great Britain
atau United Kingdom alias GB atau UK) kepada RRC.
Asia yang luas semakin mantap keluar dari Krisis Asia, juga
semakin mantap menentukan cara-caranya sendiri. Asia sedang membangun
kehormatannya kembali. Asia secara umum, dan khususnya wilayah Asia
Tenggara, pernah diterpa badai krisis yang sangat berat di akhir Abad XX
Masehi, dan sedang menggeliat bangkit berdiri. Sementara itu Australia
serta Singapura – bagian penting dari Asia - juga semakin kukuh menjadi
wakil Amerika Serikat dan sekutunya, dan kepentingannya di Asia.
Nusantara Indonesia sendiri sedang mencari dan menjalani
bentuk penyembuhan terbaik setelah terluka dan ‘babak-belur’ atas aneka
krisis, konflik, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang buruk, dan
terjadinya tarik-menarik berbagai kekuatan dan kekuasaan di
dalamnya. Terutama ini adakah akibat adanya aneka kekuatan besar yang
berusaha membawa bangsa ini ke sistem
Barat, Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme,
mendangkalkan akidah Islam pula, egoisme individu dan golongan, dan
juga dengan sendirinya usaha menjuali kekayaan dan tanah Indonesia
kepada mereka. Aneka kekuatan itu tentu saja masih mencoba melakukannya
hingga kini. Wajah pembangunan Indonesia menjadi sedikit-banyak berbeda
dengan maksud UUD ’45. Indonesia, yang masyarakatnya masih banyak yang
tak cukup berpengetahuan, tak cukup pintar dan bijaksana; adalah wilayah
yang sangat menarik bagian sebagian orang, untuk kepentingan mereka.
Wilayah ini adalah wilayah yang penting bagi keseimbangan global.
Lalu kekuatan lama yang lain,
Amerika Serikat atau
United States of America,
sedang hampir panik dalam kesulitannya setelah aneka krisis besar dan
aneka perang luar-negerinya yang mereka terlibat di dalamnya, dan sedang
agresif berusaha bangkit, bahkan hampir dengan segala cara, yang baik
atau yang buruk. Kekuatannya bolehlah dikatakan, sedang terdegradasi.
Dan mereka sadar itu. Dan sejak lama, sejak sebelum Abad XX masehi, di
negara ini, lobby kekuatan jaringan Yahudi, kuat sekali. Baik yang di
dalam negeri maupun di luar negerinya itu. Negara Israel pun tetap lahir
dan membesar karena – terutama - pemeliharaan mereka, Amerika Serikat
dan jaringan Yahudi itu.
Amerika Selatan juga sedang membangun dan sebagian dari
mereka sangatlah nasionalis dan bermusuhan dengan maksud cengkeraman
Amerika Serikat dan sekutunya.
Kekuatan yang lebih lama daripada Amerika Serikat, yakni
Uni-Eropa,
sedang diam-diam membangun diri dan membalas Amerika yang sempat
mempecundanginya di masa lalu tak jauh dari masa sekarang, di tengah
segala tantangan ke Uni-Eropaannya pula, termasuk antara negara yang
kuat ekonominya dan yang lemah ekonominya dan egoisme masing-masing. Di
tahun 2011-2012 Masehi, banyak dari anggota Uni Eropa sedang dalam
kesulitan keuangan besar pula.
Wilayah
Afrika, sedang dalam taraf awal akan keseimbangan ekonomi dan perdamaian baru dan sedang membangun diri.
Kemudian wilayah tengah dunia,
Timur-Tengah, masih – dan
kadang semakin - menikmati keberlimpahan kekayaan, sedang melakukan
restrukturisasi regional dan menggantii pemerintahan-pemerintahan lama,
terutama mereka yang dianggap diktator. Para penguasa lama di Mesir,
Libya bahkan sudah tumbang di tahun 2011. Dan mereka juga tetap
bersitegang dengan Israel-Yahudi yang ‘menyelundup’ karena dibantu
Kerajaan Inggris Raya dan Amerika Serikat ke wilayah mereka setelah
Perang Dunia II.
'Ras' atau golongan Yahudi ini mencoba kembali ke Bukit Zion setelah
ras Yahudi dijajah, terusir, dan menyebar (serta bercampur-baur dengan
banyak ras lain) dalam apa yang disebut sebagai
Great Diaspora atau penyebaran ras Yahudi ke berbagai penjuru dunia selama ribuan tahun.
Wilayah ini sejak jaman para Nabi seluruhnya adalah wilayah yang penuh konflik namun amat menarik.
YAHUDI DAN PERANG AKHIR JAMAN
Sungguh! Satu per satu ramalan/nubuwwah Rosululloh shollollohu
'alaihi wasallam tentang tanda-tanda akhir jaman, yang diberitahukan
Allah, Al Ilah, Penguasa Alam Semesta, satu per satu, dipenuhi!
Semua negara-wilayah di sekitarnya yang kini menjadi wilayah muslim,
yang dulu mengalahkan Yahudi (kini memakai nama Israel) bahkan sejak
ribuan tahun lalu, sedang dikacau oleh pihak-pihak tertentu. Apakah oleh
agen-agen Yahudi dan komplotannya? Entah. Namun sejak dulu Yahudi
memang membenci mereka.
Ketahuilah pula, klaim tanah yang dijanjikan Yahudi, bukan hanya
Palestina, namun sampai ke Iraq, Suriah, Makkah, dan Madinah.
Ketahuilah, Yahudi yang diusir dari Makkah, Madinah dulu, saat mereka
mengingkari perjanjian damai, adalah justru dari klan-klan tertinggi
dari Yahudi. Dan mereka juga mengklaim itu adalah wilayah mereka. Juga
setelahnya, seluruh dunia.
Dan ketahuilah, Persia (Iran kini) adalah salah-satu pusat Yahudi dan
peradaban Kabbalahnya (mistisme Yahudi) di masa lalu (wilayah lainnya
termasuk Makkah dan Madinah). Mereka SANGAT BENCI kepada Islam, apalagi
terhadap Amirul Mu'miniin Umar bin Khotthob rodhiollohu 'anhu, karena di
masa pemerintahannyalah, Persia dan Romawi tumbang dan Persia menjadi
wilayah muslim. Dan kita tahu, bahwa beliau dibunuh ditikam dari
belakang saat memimpin sholat Subuh oleh orang Persia, Abu Lu'lu al
Majusi, yang kini sebuah makam di Iran, dikunjungi Syi'ah sebagai obyek
wisata ruhani, dan diyakini sebagai kuburan Abu Lu'lu.
Kini Iraq sudah dipotong. Suriah sedang bergolak, Mesir diancam dan
hampir jatuh. Gaza di awal tahun baru Muharram 1434 H (akhir 2012) ini
sedang diserang kembali, dan Palestina hanya tinggal sepotong kecil.
Masjidil 'Aqso yang dibangun oleh Nabi Sulaiman 'alahissalaam sedang
diperebutkan, sedangkan ini adalah tempat Utusan Tuhan, Rosululloh,
Muhammad shollollohu 'alaihi wasallam, melakukan Isra' Mi' Raj menghadap
ke Allah, dan tempat suci Islam. Indonesia sedang semakin dikacau oleh
Syi'ah. Dan sejak dulu oleh kepentingan-kepentingan Yahudi, termasuk
dalam Kapitalisme dan Liberalisme serta Pluralisme juga Sekulerisme. Dan
lain-lain.
Dan jika merujuk kepada
Al Baqarah 20-102, khususnya ayat 102,
maka salah-satu alasannya adalah mereka sangat berkepentingan, dalam
kepercayaan displin ilmu Kabbalah dan Talmud mereka, untuk menguasai
Masjidil 'Aqso, atau dalam bahasa mereka, Kuil Solomon/kuil Salomo.
Sedangkan di sanalah, di bawahnyalah, menurut kisah Isrilliyah, berbagai
kekuatan supra-natural, antara lain yang diujikan Allah melalui kedua
malaikat Harut dan Marut (baca Al Baqarah 102), disimpan, setelah
ditertibkan oleh Nabi Sulaiman 'alaihissalam!
YAHUDI DAN SYI'AH DAN PERANG AKHIR JAMAN
Dan mereka yang paham, akan tak cukup merasa heran, bahkan waspada
dan bersiap-siap, bahwa Messiah yang ditunggu Yahudi, dalam mitos untuk
memenangkan mereka, adalah SERUPA dengan Dajjal dan pasukan
Ya'Juj-Ma;juj yang memang akan diperangi muslim, bersama Imam Mahdi dan
pasukannya, dan Utusan Allah, Rosululloh 'Isa bin Maryam (di Alkitab
cukup diserupakan dengan Yesus), 'alaihissalaam.
Dan subhanallah, klaim Syi'ah akan tindakan Imam Mahdi mereka, juga
justru serupa dengan klaim Yahudi akan Messiah mereka. Yang kesemuanya
akan memerangi muslim, Ahlus Sunnah wal Jama'ah.
Bagi kaum Syi’ah tertentu, harta dan darah kaum Ahlus Sunnah wal
Jama’ah adalah halal bagi kaum Syi’ah. Dan bahkan di akhir jaman, mereka
percaya bahwa Imam Mahdi Syi’ah akan tinggal di Bumi selama 70 tahun
untuk membalas dendam, menegakkan hukum keluarga Dawud (hukum Bani
Israil), akan menyeru ke Allah dengan nama Ibraninya (Kitab ”
Ushul Al Kafi”Jilid I, halaman 398), menghancurkan semua Masjid (Kitab ”
Al Gharib” halaman 247 oleh Ath-Thusy), berdamai dengan Yahudi dan Nasrani, dan menghalalkan darah muslim (Kitab ”
Bihar al-Anwar” Jilid 52 halaman 376).
Perbedaan keyakinan akan Imam Mahdi:
- Mahdi bagi Ahlus Sunnah Al Jama’ah bernama Muhammad atau
Ahmad bin ‘Abdullah (keterangan dari Hadits Rosululloh - shollollohu
‘alaihi wasallam - riwayat Sunan Abu Dawud dan At-Tirmidzy, dishahihkan
oleh Al Albani dalam Myskat al Mashabih).
Beliau dari keturunan Hasan bin Abi Thalib, belum
dilahirkan, muncul dari arah Timur, memenuhi Bumi dengan keadilan
(Shahih Sunan Abu Dawud 4/82) dan kesejahteraan selama 7 atau 8 tahun,
menegakkan syari’at Islam, memakmurkan Bumi (Bumi mengeluarkan
tetumbuhan, langit menurunkan hujan, ada harta-benda yang banyak, banyak
binatang ternak, umat semakin mulia). Beliau memerangi Yahudi dan Nasrani dan beserta Nabi ‘Isa ’alaihis salaam akan membunuh Dajjal.
- Sedangkan Imam Mahdi Syi’ah adalah Muhammad bin Hasan Al Asykari.
Beliau dari keturunan Husain bin Ali bin Abi Tholib, yang
telah dilahirkan tahun 255 Hijriyyah dan sampai sekarang masih hidup
namun bersembunyi (Kitab ”Al-Ghummah” Jilid II, hal 236,
oleh Al-Arbaly dan dikuatkan Syaikh mereka Abdul Hamid Al-Muhajir),
muncul dari Sirdab Samira’, akan tinggal di Bumi selama 70 tahun untuk
membalas dendam, menegakkan hukum keluarga Dawud (Bani Israil), akan
menyeru keAlloh dengan nama Ibraninya (Kitab ”Ushul Al Kafi” Jilid I,
hal 398), menghancurkan semua Masjid (Kitab ”Al Gharib” hal 247
oleh Ath-Thusy). Ia berdamai dengan Yahudi dan Nasrani, dan menghalalkan
darah muslim (Kitab ”Bihar al-Anwar”Jilid 52 hal 376).
Doktrin Mahdiyah (perihal al-mahdi) dan Raj’ah (kedatangan
kembali) dihubungkan dengan status Imam Mastur (bersembuyi) yang
dipercaya akan muncul kembali sebagai Mahdi yang membangun kerajaan
Allah menjelang hari Kiamat kelak.
Ajaran ini bagi sebagian kalangan ditengarai memiliki akar dalam
ajaran agama Zarathustra yang dianut bangsa Persia sebelum kedatangan
Islam yang datang ke Persia pada masa Kholifah Umar bin Khoththob -
rodhiollohu ‘anhu -.
SEJARAH YAHUDI
Catatan tentang sejarah Yahudi dan penyelewengan Kitabullah (Kitab
Tuhan), dan betapa dendamnya mereka terhadap bangsa-bangsa di sekitar
mereka, antara lain:
Nabi Musa ‘alaihis salaam memang diketahui telah menuliskan Taurat
pada Loh Batu, dan dimasukkan ke dalam Tabut, yang antara lain tentang
ini juga dimaktubkan dalam Injil Keluaran 24:12, 25:21, 35:12, 34:1-4.
Dan, Sepuluh Perintah Tuhan Kitab Taurat Musa itu masih ada pada Injil
kitab Ulangan 5:7-21:
- Jangan ada padamu Tuhan lain di hadapanKu
- Jangan membuat patung yang menyerupai apapun yang dilangit atas
atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air dibawah
bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya, atau beribadah kepadanya.
- Jangan menyebut nama Tuhan, Allohmu, dengan sembarangan
- Tetaplah ingat dan kuduskan hari Sabat (Sabtu)
- Hormatilah ayahmu dan ibumu
- Jangan membunuh
- Jangan berzinah
- Jangan mencuri
- Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
- Jangan mengingini istri sesamamu dan harta-harta mereka
Sebab utama dari ketidakaslian ini dapat ditelusuri dalam rangkaian
fakta sejarah, dan dimulai setidaknya saat setelah wafatnya Nabi
Sulaiman ‘alaihis salaam (di Injil dikenal sebagai Solomon atau Schlomo
atau Salomo), Nabi besar Yahudi, Kristen, dan Islam, pada tahun 992
Sebelum Masehi (Sebelum Masehi), saat kerajaannya terpecah-belah menjadi
dua bagian besar:
- Kerajaan Bagian Utara, bernama Kerajaan Israel, yang terdiri
dari 10 suku Israel, dibawah pimpinan Raja Yerobeam (lihat Injil I
Raja-raja 13:33, 14:20) dan ibukotanya berpindah-pindah dari Sikhem,
Pnuel, Tirza dan akhirnya Samaria (lihat Injil I Raja-raja 12:25a,
12:25b, 14:17, 16:24,29). Elohim adalah nama Tuhan dari Kerajaan Israel
Utara.
- Kerajaan Bagian Selatan, bernama Kerajaan Yehuda, yang terdiri
dari 2 suku Yahudi, dan rajanya bernama Rehabeam (lihat Injil I
Raja-raja 14:21-31) dengan ibukota Yerusalem. Yerusalem (atau
”Daarussalaam”, kota yang disucikan Islam, Kristen dan Yahudi) adalah
tempat menyimpan tabut berisikan kitab Taurat di masa ini. Dan Jahweh
atau Yahweh atau Yehova adalah nama dari Tuhan Kerajaan Israel Selatan
dari suku Yehuda dan Benyamin ini.
Namun ternyata raja Israel (Kerajaan Utara), Yerobeam, tidak senang
dan tidak setuju menjadikan Yerusalem sebagai pusat peribadatan,
walaupun tabut Musa ‘alaihis salaam ada di sana, dan ia memilih kota
Betel dan Dan sebagai pusat peribadatan baru.
Ia pun mendirikan patung anak lembu dari emas sebagai obyek
peribadatan mereka (Injil I Raja-raja 12:26-33), sebagai lambang dewa
kesuburan. Ini sekaligus membuat Israel kembali menyembah berhala (Injil
I Raja-raja 13:34, 15:30,34; II Raja-raja 10:29, 13:6, 14:24, 17:22).
Penyembahan berhala ini juga membuat kemelut di kalangan rakyat
Israel sendiri, dan mencapai puncaknya pada masa Raja Ahab. Nabi Elia
(Ilyas ’alaihis salaam) dikenal menentang keras penyembahan itu,
sedangkan istri dari raja Ahab itu, yang bernama Ratu Izebel, justru
secara terang-terangan mempopulerkan penyembahan berhala yang bernama
Baal.
Dan di antara unsur dari bentuk peribadatannya, adalah melakukan
persundalan (perzinahan) yang dilakukan di dalam kuil-kuil dewa, dan
berbagai bentuk peribadatan berupa perilaku seksual yang tentu saja
justru sangat bertentangan dengan hukum Taurat.
Maka tentulah saja lama-kelamaan mereka melupakan ajaran Taurat.
Allah subhanahu wa ta’aala kemudian menakdirkan bahwa, Raja bangsa
Asyur atau Asyuria (yaitu wilayah Syria saat ini) yang bernama Raja
Sargon II, dapat menghancurkan Kerajaan Utara (Israel) pada tahun 722
Sebelum Masehi, dan sekitar 27.290 penduduk Israel dari golongan
menengah-atas, dibuang (Injil I Raja-raja 14:15, 17:18; II Raja-raja
17:5-6).
Penduduk bangsa lain dipindahkan pula ke negeri Israel, sehingga
terjadilah asimilasi ras keturunan maupun kepercayaan karenanya.
Kerajaan Selatan (Yehuda) pun tak luput dari serangan penguasa lain.
Pada tahun 586 Sebelum Masehi, Kerajaan Yehuda diserbu oleh Raja
Nebukadnezar dari Kerajaan Babylonia (Iraq-Iran) dan tempat-tempat
ibadah Yahudi serta tabut berisi Taurat Musa pun hancur pula karenanya.
Semua pejabat dan rakyatnya digiring ke Babylonia, kecuali yang sakit, miskin, dan cacat (Injil II Raja-raja 25:1-21).
Di negeri pembuangan ini, terjadilah kawin campur orang-orang Yahudi
dengan penduduk setempat sehingga terjadilah pula asimilasi keturunan
maupun kepercayaan, bahkan akhirnya mereka tidak lagi mengerti bahasa
ibunya sendiri.
Al Quran Surat Al Israa ayat 2-7 (17:2-7):
(2) Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami
jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman):
"Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku,
(3) (yaitu) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa
bersama-sama Nuh. Sesungguhnya Dia adalah hamba (Allah) yang banyak
bersyukur.
(4) Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab
itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali
[*] dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang
besar".
(5) Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama
dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami
yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di
kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
(6) Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan
mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak
dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
(7) jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi
dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi
dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang
kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka
kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu
memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya
apa saja yang mereka kuasai.
[*] Tafsir umum: yang dimaksud dengan membuat kerusakan dua kali
ialah pertama menentang hukum Taurat, membunuh Nabi Syu'ya alaihis
salaam dan memenjarakan Armia alaihis salaam dan yang kedua membunuh
Nabi Zakaria alaihis salaam dan bermaksud untuk membunuh Nabi ‘Isa
‘alaihis salaam. Akibat dari perbuatan itu, Yerusalem dihancurkan (Al
Maraghi).
Lima puluh tahun kemudian, penguasa atau penjajah bangsa Yahudi yaitu
Kerajaan Babylonia itu melemah, dan pada 539 Sebelum Masehi, Kerajaan
Babylonia kalah oleh Raja Cyrus atau Koresy (atau sebagian menyebutnya
sebagai Alexander) dari Kerajaan Persia. Raja Cyrus kemudian mengijinkan
bangsa Yahudi kembali ke Yerusalem, maka pada sekitar tahun 397 Sebelum
Masehi Nabi Uzair (Nabi Ezra) ’alaihis salaam memimpin eksodus 1.800
orang Yahudi menuju Yerusalem.
Di masa ini pulalah, para Rabbi (pendeta Yahudi) dan para pihak
pemegang mandat aristokrasinya melarang kawin campur antara Yahudi
dengan non-Yahudi lebih jauh, untuk upaya terakhir menyelamatkan bangsa
Yahudi yang tersisa dari semakin dalamnya asimilasi suku, bahasa,
kebudayaan dan bahkan kepercayaan, yang menyapu bersih peradaban dan
agama bangsanya.
Pada masa itulah, diduga Nabi Uzair ‘alaihis salaam (atau dengan
dibantu pihak yang berkaitan dengan beliau) atau yang di Injil dikenal
sebagai Ezra, merevisi dan menyusun kembali Kitab Ulangan, dan
menambahkan empat (4) kitab sejarah Israel di masa Musa (yaitu yang
dikenal sebagai Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, dan Bilangan) yang
kemudian disebut sebagai ”Taurat Musa” itu.
Namun karena sebagian besar bangsa Yahudi sudah tidak dapat berbahasa
Ibrani lagi, maka Kitab yang disebut sebagai Taurat itupun,
diterjemahkan ke dalam Bahasa Aram.
Kemudian, Kitab yang ditulis Ezra itu pun ternyata di kemudian hari
juga lenyap dibakar oleh Raja Syria, Raja Anthiokus, pada tahun 170
Sebelum Masehi. Raja lain, Raja Titus, seorang Raja Romawi, dicatat juga
berusaha melenyapkan tulisan-tulisan itu.
Setelah masa itu, ditemukanlah salinan-salinan ’suci’ warisan lama
dalam bahasa Ibrani dengan huruf Aram, dan pada sekitar tahun 250
Sebelum Masehi, sisa naskah kuno itu diterjemahkan ke dalam Bahasa
Yunani oleh Ptolomeus Philadelphi dari Alexandria yang salinan ini
kemudian disebut sebagai ”Septuaginta”. Naskah asli Septuaginta ini
sendiri, namun, kemudian juga hilang pada jaman Origenes Adamanthios.
Lebih jauh, Nabi Yeremia, melalui suratnya yang juga dicatat di
Injil, menyatakan bahwa lima (5) kitab pertama dari Alkitab yang diklaim
sebagai Taurat tersebut, adalah suatu bentuk kebohongan yang diklaim
sepihak sebagai Kitab Taurat (atau sebenarnya adalah Kitab Taurat
palsu).
Kitab Yeremia 8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: ”Kami
bijaksana, dan kami mempunyai Taurat Tuhan”? Sesungguhnya, pena palsu
penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.
Jadi jelaslah bahwa Kitab Taurat Musa yang asli telah kabur dimakan sejarah sejak abad VI Sebelum Masehi.
Kitab yang disebut sebagai Taurat Musa yang ada saat ini adalah hanya
hasil dari kumpulan terjemahan dari para penulis sejarah, yang banyak
berisikan sejarah Bangsa Bani Israil-Yahudi dan tatacara aturan
agamanya, dengan tingkat keakuratan yang rendah.
Karenanya, sehubungan dengannya, ini membenarkan petunjuk di Al Quran :
Al Quran Surat An Nisaa’ ayat 155 (4:155):
Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan),
disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka
terhadap keterangan-keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa
(alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup." Bahkan,
sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka karena kekafirannya,
karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil dari mereka.
Al Quran Surat Al Maaidah ayat 13 (5:13):
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki
mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah
perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan
sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu
(Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali
sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka
dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat
baik.
Al Quran Surat Al An’aam ayat 91 (6 :91):
Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang
semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun
kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat)
yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu
jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu
perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya,
padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu
tidak mengetahui(nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)",
kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah
mereka bermain-main dalam kesesatannya [*].
[*] Kalimat ”... biarkanlah mereka bermain-main dalam
kesesatannya” adalah sebagai sindiran kepada mereka, seakan-akan mereka
dipandang sebagai kanak-kanak yang belum berakal, dan insya Allah
adalah juga sebagai hukuman bagi mereka.
KABBALAH, TALMUD, GREAT DIASPORA DAN ISRAEL
Setelah kemudian dijajah Romawi (dan saat itu Nabi ‘Isa ‘alaihis
salaam diutus ke Bumi), bangsa Yahudi ini kemudian selama hampir 2000
tahun tercerai-berai, dan dapat dikatakan berasimilasi dengan berbagai
ras di berbagai penjuru dunia, dalam apa yang dinamakan masa ”Great
Diaspora” (Penyebaran Hebat) ini, dan akidah serta rasnya bercampur-baur
dengan berbagai akidah dan ras di berbagai sisi dunia, terutama dengan
kaum Kristen-Barat.
Ini berlangsung hingga kira-kira akhir Abad XIX Masehi dan awal Abad
XX Masehi saat mereka berusaha bersatu dalam Zionisme untuk menduduki
Palestina, khususnya Bukit Zion, untuk mendirikan Kuil Solomon (warisan
Nabi Sulaiman ’alahis salaam) kembali dan meruntuhkan Baitul Maqdis atau
Masjidil Aqsho (tempat suci ketiga Islam yang telah berdiri di sana
sejak masa Kholifah Umar bin Khotthob rodhiollohu ‘anhu). Dan ini
terutama dimotori orang-orang dari keluarga Rotschilds dan Rockefeller.
Atas bantuan Kerajaan Inggris dan Amerika Serikat, sejak tahun 1948
Masehi, lahirlah negara Israel dengan cara mencaplok-mencuri wilayah
Palestina yang diberikan kepada Yahudi oleh Kerajaan Inggris Raya dan
Amerika Serikat, khususnya Inggris yang waktu itu menguasai Palestina
sejak merebutnya dari Kekholifahan Turki Utsmaniyyah yang hancur di
tahun 1924.
Sebagai catatan, sisa Kuil Solomon ini, adalah seonggok tembok yang
disebut sebagai “Tembok Ratapan” di Daarussalaam (Yerusalem) dan
diratapi kaum Yahudi sebagai salah satu bentuk peribadatan mereka. Ini
masih dapat disaksikan hingga kini. Baitul Maqdis atau Majidil Aqsho
yang berdiri di atas reruntuhan Kuil Solomon, masih di tangan muslim, di
Palestina, hingga sekarang.
Namun kini, amat disayangkan, Baitul Maqdis dan Palestina berada
dalam dominasi negara Israel, yang ‘menyelundup ke Timur-Tengah’,
menjajah Palestina, atas bantuan Kerajaan Inggris dan Amerika Serikat.
Masjidil Aqsho memang adalah bentuk lebih lanjut, Masjid, dari rumah
peribadatan yang didirikan Nabi Sulaiman ‘alaihis salaam (yang dikenal
sebagai Raja Solomon atau Salomo atau Schlomo oleh orang Yahudi dan
Kristen).
Kuil Solomon itu sudah lenyap dihancurkan Romawi, dan kemudian di
masa Kholifah Umar bin Khotthob - rodhiollohu ‘anhu -, sisa-sisa
bangunan itu dijadikan masjid (selain Masjid Umar bin Khotthob sendiri
yang dibangun baru di sebelahnya). Dan perebutannya menimbulkan
ketegangan dan perang berkepanjangan hingga kini yang bahkan didanai
berbagai pihak (perusahaan) swasta kroni mereka (daftar penyumbang.
Dalam pandangan kaum Yahudi militan, kaum Muslimiin yang menurut
mereka adalah kafir, tidak sah menjadikan (sisa) Kuil peribadatan mereka
menjadi Masjid.
Dan karenanya Baitul Maqdis serta Palestina hendak dilenyapkan dari
muka Bumi, digantikan Kuil peribadatan mereka dan digantikan bangsa
mereka, karena menurut ideologi mereka, Palestina adalah tanah yang
dijanjikan Tuhan bagi mereka. Dan lebih daripada itu. Juga ke wilayah
lain, dan KE SELURUH DUNIA!
Kiranya kini kita juga melihat orang yang menyebut dirinya sebagai (keturunan) Yahudi, berciri-ciri fisik bermacam-macam.
Ada yang terlihat sangat seperti orang Kaukasia (kulit putih) dan ini
banyak sekali dan sebagian darinya bahkan telah pula beragama Kristen.
Ada pula yang terlihat seperti ras Semit (orang Timur-Tengah dan ini
insya Allah adalah bentuk aslinya) dan cukup banyak pula jumlahnya. Ada
pula yang terlihat seperti campuran orang Asia (sebagian kecil
berasimilasi dengan bangsa Asia, misalnya bangsa Indonesia yang antara
lain yang memiliki Synagogue di Jalan Raya Kayoon di Surabaya). Bahkan
ada pula yang dapat terlihat kehitaman seperti ras orang Afrika
(sebagian kecil darinya).
Dan sebagian besar dari mereka,
herannya, masih kukuh berpendapat
bahwa mereka adalah bangsa terpilih dan juga beragama istimewa yang
paling benar dan pantas memimpin dunia, walaupun terbukti ras dan ajaran
mereka sudah tak murni lagi, jika saja hendak jujur memandang.
Mereka bahkan dapat berasimililasi dan berkomplot dengan orang
Kristen dalam menegakkan impian superioritas ini, namun juga masih
mempertahankan klaim kebenaran masing-masing, dalam persekutuan
pragmatis, menghadapi ”common enemy” (musuh bersama) mereka, yaitu Islam
dan kaum Muslimiin ini serta sekutunya.
Patut dicatat bahwa sebenarnya istilah “Yahudi (Judaisme)” bahkan
baru pada abad XIX Masehi di dunia Barat muncul sebagai istilah untuk
menyebut satu agama.
Dalam buku yang berjudul, “Judaism”, penulisnya yang bernama
Pilkington, menceritakan bahwa pada tahun 1937 Masehi, para rabbi di
Amerika bersepakat untuk mendefinisikan Yahudi sebagai definisi,
“Judaism is the historical religious experience of the Jewish people.”
Jadi, agama Yahudi, adalah agama sejarah. Maka penamaan, tata cara
ritualnya, dibentuk oleh proses sejarah, tak lepas dari apa yang telah
terjadi sepanjang sejarah. Maka Filsafat dan akidah dalam khazanah
Yahudi pun, bercampur baur dengan hawa nafsu manusianya, sebagai
subyeknya, sepanjang sejarahnya.
Bukan murni dari Tuhan, dari Allah.
Namun ironisnya ini diyakini mereka dan ini bahkan dipropagandakan mereka.
Dari tulisan H. Irena Handono, salah-satu pakar Kristologi dan hubungan-hubungannya, tentang Yahudi:
Mitos yang Diyakini Kaum Yahudi
Hubungan antara Yahudi dan Yerusalem bisa dilihat di Bibel Perjanjian
Lama. Menurut pandangan Yahudi, daerah yang paling suci adalah Mount
Moriah (Gunung Moriah), yang kemudian dikenal dengan Temple Mount (Kuil
Gunung). Area ini yang mereka klaim sekarang terletak di bawah bangunan
(masjid) milik Muslim, the Dome Of the Rock atau Kubbah As-Sakhra. Dalam
Perjanjian Lama (Taurat), Yerusalem mempunyai banyak nama, Salem
(Shalem), Moriah, Jebuse (Yevuse), Jerusalem (Yerushalayim), and Zion
(Tzi-yon). Dan terbanyak yang disebutkan dalam Perjanjian Lama adalah
Yerushala-yim, yang disebutkan sebanyak 349 kali, sementara Tziyon
disebutkan sebanyak 108 kali.
Menurut kepercayaan Kabbalah, suatu tradisi mistis Yahudi, batu dari
Gunung Moriah yang dikenal sebagai "Even Shtiyah"- the Drinking Stone
(batu yang sedang minum), adalah pusat dari alam semesta, tempat di mana
dunia terairi secara spiritual. Kisah-kisah dalam Bibel yang
berhubungan dengan Gunung Moriah sangat banyak, antara lain adalah:
Ketika Ishak pergi ke sebuah lapangan ia bertemu Ribka untuk pertama
kalinya (Kitab Kejadian 24:63-67), dia berdiri di gunung Moriah
(Yerusalem). Mimpi Jakub naik ke surga melihat para malaikat turun
tangga (Kejadian 28:10-22), juga terjadi di tempat ini, gunung Moriah
(Yerusalem).
Menyambut kedatangan Mesiah
Dan orang Yahudi yang beriman selalu menyisakan tempat kecil pada
dinding rumah mereka tanpa diplester tanpa dicat. Ini sebagai tanda
kedukaan perusakan Kuil.
Dalam keyakinan Yudaisme, yang sesungguhnya telah bergeser jauh dari
Taurat yang dibawa oleh Musa as, bangsa Yahudi yakin bahwa kelak seorang
Messiah akan datang mengangkat derajat dan kedudukan bangsa Yahudi
menjadi pemimpin dunia. Kehadiran Mesiah inilah yang menjadi inti dari
semangat kaum Yahudi untuk memenuhi Tanah Palestina.
Bagi zionis Yahudi, mereka menganggap Kuil Sulaiman harus sudah
berdiri untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas
singgasananya yang pada akhirnya diperuntukkan bagi pusat pemerintahan
dunia (One World Order).
Ada satu syarat lagi menjelang hadirnya Messiah, yakni mereka harus
menemukan dan menyembelih serta membakar seekor sapi betina berbulu
merah berusia tiga tahun dan belum pernah melahirkan anak. Untuk yang
satu ini pun kaum Zionis telah mempersiapkannya. Melalui suatu proses
rekayasa genetika, di tahun 1997, mereka telah mendapatkan seekor sapi
dengan ciri-ciri tersebut.
Hanya saja, mereka terbentur satu persyaratan lagi, yakni
penyembelihan dan pembakaran sapi merah ini harus dilakukan di atas kaki
Bukit Zaitun. Masalahnya saat ini bukit Zaitun masih berada di tangan
bangsa Palestina. Sebab itu, kaum Zionis selalu berupaya tanpa lelah
mengusir orang-orang Palestina dari wilayah ini.
Membangun Haikal Sulaiman
Para ahli arkeologi sepakat, ibukota Kanaan dan ibukota kerajaan
Daud as berlokasi di tempat yang sekarang ini adalah kampung Arab,
Silwan, beberapa kilometer sebelah selatan tembok ”baru” dari Kota Tua.
Kuil Sulaiman (Haikal Sulaiman) juga dikenal sebagai Beit HaMikdash
(Kuil yang Suci). Pemilihan lokasi kuil ini dahulu dilakukan oleh Nabi
Daud as yang saat itu beliau menunjuk puncak gunung Moriah (II Samuel
24:18-25).
Kitab 1 Raja-raja 6-8 menggambarkan dengan detail bagaimana anak Daud
as, Raja Sulaiman, memba-ngun dan meresmikan Kuil. Walaupun hingga kini
belum ada kejelasan pasti di mana lokasi Haikal Sulaiman berada, tapi
sementara semua pakar arkeologi setuju bahwa bangunan itu berdiri di
atas Gunung Moriah. Yahudi mengklaim di Al-Aqsa. Padahal tidak ada yang
tahu pasti.
Itulah beberapa mitos yang dipegang kuat oleh Yahudi.
Maka jika menurut ini, Zionisme bukan sekadar gerakan 'religion',
tapi sebuah gerakan makar besar untuk menguasai dunia dalam satu
tatanan, The New World Order, Novus Ordo Seclorum (alias Tatanan (dunia)
Baru yang Sekuler), meminggirkan Agama. Sebuah sistem dunia yang
(sebenarnya) menghamba pada Lucifer (setan).
Demikianlah tulisan beliau.
Kaum Yahudi sekarang cenderung tidak memakai kitab suci Taurat (yang
diturunkan kepada Nabi Musa ’alaihi salaam). Kitab yang sekarang jadi
pegangan adalah Talmud; tafsir dari apa yang dikatakan adalah ajaran
Moses (atau Moshe dalam bahasa Ibrani), bukan berasal dari “langit“
tetapi adalah sebuah kitab yang ditengarai dapat berasal dari para
penyihir di zaman Mesir Kuno yang menganut ajaran Kaballah (yang oleh
para ahli ditengarai sebenarnya adalah menyembah setan Lucifer). Menurut
sejarah, ini ditulis oleh 70 pendeta bangsa Yahudi. Mereka menisbatkan
ini kepada sesuatu yang mereka klaim diajarkan oleh Nabi Sulaiman
(Salomo atau Schlomo) ’alaihissalaam. Padahal ini adalah sihir.
Dan kemudian Nabi Sulaiman (Salomo atau Schlomo) ’alaihissalaam
memberantas mereka dan menyimpan sisa-sisanya di bawah Masjidnya,
Masjidil ’Aqsa (yang oleh Yahudi disebut sebagai Kuil Sulaiman atau The
Temple of Solomon), melarang siapapun menggunakannya, dan inilah yang
berusaha dicapai Yahudi yang mempercayai Kabbalah, Talmud, dan Zionisme,
agar dapat menggunakan ini untuk berkuasa.
Dan Perang Akhir Jaman, adalah antara pengikut Setan dan pengikut para Nabi.
Al Quran Surat Al Baqarah:
101. Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi
Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian
dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke
belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu
adalah kitab Allah).
102. Dan mereka mengikuti apa [*] yang dibaca oleh
syaitan-syaitan [+] pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan
bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir
(tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir
(mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa
yang diturunkan kepada dua orang malaikat[-] di negeri Babil yaitu Harut
dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada
seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu),
sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua
malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara
seorang (suami) dengan isterinya[%]. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak
memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin
Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat
kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah
meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir
itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan
mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.
103. Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya
mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah
adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui.
[*]. Syaitan-syaitan itu menyebarkan berita-berita bohong, bahwa Nabi Sulaiman menyimpan lembaran-lembaran sihir (Ibnu Katsir).
[+]. Para mufassirin berlainan pendapat tentang yang dimaksud dengan 2
orang malaikat itu. Ada yang berpendapat, mereka betul-betul Malaikat
dan ada pula yang berpendapat orang yang dipandang saleh seperti
Malaikat dan ada pula yang berpendapat dua orang jahat yang pura-pura
saleh seperti Malaikat.
[-]. Bermacam-macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada
sihir untuk mencerai-beraikan masyarakat seperti mencerai-beraikan
suami isteri.
[%] Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Yahudi berkata:
"Lihatlah Muhammad yang mencampur-baurkan antara haq dengan bathil,
yaitu menerangkan Sulaiman (Nabi) digolongkan pada kelompok nabi-nabi,
padahal ia seorang ahli sihir yang mengendarai angin." Maka Allah
menurunkan ayat tersebut di atas (S. 2: 102) yang menegaskan bahwa kaum
Yahudi lebih mempercayai syaitan daripada iman kepada Allah
SWT. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Syahr bin
Hausyab.)
Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi bertanya kepada Nabi
- shollollohu ‘alaihi wasallam - beberapa kali tentang beberapa hal
dalam Taurat. Semua pertanyaan mengenai isi Taurat, dijawab oleh Allah
dengan menurunkan ayat. Ketika itu mereka menganggap bahwa ayat tersebut
dirasakan sebagai bantahan terhadap mereka. Mereka berkata dengan
sesamanya: "Orang ini lebih mengetahui daripada kita tentang apa yang
diturunkan kepada kita."
Di antara masalah yang ditanyakan kepada Nabi - shollollohu ‘alaihi
wasallam - ialah tentang sihir. Dan mereka berbantah-bantahanlah dengan
Rosululloh tentang hal itu. Maka Allah menurunkan ayat ini (S. 2: 102)
berkenaan dengan peristiwa tersebut. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim
yang bersumber dari Abil-'Aliah.)
Hikayah Israilliyah percaya bahwa di bawah Kuli Solomon (Masjidil
Aqso) ini, disimpanlah teknologi rahasia, kekuatan untuk menguasai
dunia. Dan kita tahu, bahwa itu insya Allah adalah teknologi kekuatan
sihir dahsyat dan perjanjian supra-natural (ghoib) berkaitan dan
lain-lain itu.
Dan sebagai perbandingan, di bawah ini adalah kutipan dari
Talmud,
tentang berbagai ayat indoktrinasi superioritas bangsa dan penganut
Yahudi dibandingkan bangsa dan penganut agama lain. Maka bahkan dalam
peperangan, tentara Israel wajib mendaras Talmud, mengindoktrinasi diri
dengan Talmud, dalam aneka kesempatan khusus, terlebih-lebih di hari
Sabbath (Sabtu). Ini semua adalah serangkaian dengan Kabbalah, agama
Sihir-Mistik dari Yahudi.
Berbagai cuplikannya:
- Orang Yahudi diperbolehkan berdusta menipu Ghoyim (bangsa non-Yahudi). (Baba Kamma 113a)
- Semua anak keturunan Ghoyim (non-Yahudi) sama dengan binatang. (Yebamoth 98a)
- Seorang Ghoyim (non-Yahudi) yang berbaik kepada Yahudi pun harus dibunuh. (Soferim 15, Kaidah 10)
- Barangsiapa yang memukul dan menyakiti orang Israel, maka ia berarti telah menghinakan Tuhan. (Chullin, 19b)
- Orang Yahudi adalah orang-orang yang shalih dan baik
dimanapun mereka berada. Sekalipun mereka juga melakukan dosa, namun
dosa itu tidak mengotori ketinggian kedudukan mereka. (Sanhedrin, 58b)
- Hanya orang Yahudi satu-satunya manusia yang harus
dihormati oleh siapapun dan oleh apapun di muka Bumi ini. Segalanya
harus tunduk dan menjadi pelayan setia, terutama binatang-binatang yang
berwujud manusia, yakni Ghoyim (non-Yahudi). (Chagigah, 15b)
- Haram hukumnya berbuat baik kepada Ghoyim (non-Yahudi). (Zhohar 25b)
- Seorang Rabbi (pendeta Yahudi) telah mendebat Tuhan dan
mengalahkannya. Tuhanpun mengakui bahwa robbi itu memenangkan debat
tersebut ( Baba Mezian 59b)
- Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon Ben Yohai, “ Bahkan
orang kafir (Gentiles) yang paling baik pun seluruhnya harus dibunuh”
(Perjanjian Kecil, Soferin 15)
- Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan
orang-orang non yahudi (Gentiles atau Ghoyim) bukanlah manusia melainkan
binatang, (Kerithuth 6b).
- Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagai budak untuk melayani orang-orang Yahudi (Midraseh Talpioth 225).
- Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin ( Zohar II,4b).
- Tuhan tidak pernah marah kepada orang Yahudi melainkan hanya marah kepada orang-orang non-yahudi (Talmud IV/8/4a).
- Orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipu orang-orang non-yahudi (Zohar,168a).
- “Wahai anakku, hendaklah engkau lebih mengutamakan fatwa dari ahli kitab Talmud dari pada ayat-ayat Taurat (Talmud Erubin 2a).
Sedikit catatan tentang asal-muasal penyebutan ”Israel” dari Alkitab:
Di Alkitab, Genesis 32:25-28 disebutkan Yakub berkelahi melawan Allah
sejak malam hingga fajar menyingsing. Karena Allah tak dapat
mengalahkan Yakub, maka Allah memukul sendi pangkal paha Yakub dan
berkata bahwa Yakub telah melawan Allah dan Manusia dan Yakub menang.
Adakah ini artinya Allah kalah melawan Yakub?:
Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia
memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu
terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah
menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika
engkau tidak memberkati aku.”
Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub,
tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia,
dan engkau menang.” [Genesis 32:24-28]
Perlu diketahui dan dicamkan dalam benak hati setiap muslim(umat
Islam) bahwa ISRAIL adalah nama lain dari seorang Nabi yang mulia,
keturunan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu Nabi Ya’qub ‘alaihis salam.
Maka dari itu JANGAN-LAH KITA SALAH MENGUCAPKAN, apalagi mencaci-maki
dengan hina dari perkataan atau nama itu. Sebut saja "Yahudi", bukan
"Israil".
Kata “Israil” merupakan susunan dua kata israa dan iil yang dalam
bahasa arab artinya shafwatullah (kekasih Allah). Ada juga yang
mengatakan israa dalam bahasa arab artinya ‘abdun (hamba), sedangkan iil
artinya Allah, sehingga Israil dalam bahasa arab artinya ‘Abdullah
(hamba Allah). (lihat Tafsir At Thabari dan Al Kasyaf ketika menjelaskan
tafsir surat Al Baqarah ayat 40).
“Sekelompok orang Yahudi mendatangi Nabi untuk menanyakan
empat hal yang hanya diketahui oleh seorang nabi. Pada salah satu
jawabannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Apakah
kalian mengakui bahwa Israil adalah Ya’qub?” Mereka menjawab: “Ya,
betul.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ya Allah,
saksikanlah.” (HR. Daud At-Thayalisy 2846).
“Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan
makanan yang diharamkan oleh Israil untuk dirinya sendiri sebelum Taurat
diturunkan.” (QS. Ali Imran: 93).
Satu hal yang perlu disadari oleh setiap muslim, penamaan negeri
yahudi dengan Israil termasuk salah satu di antara sekian banyak
konspirasi (makar) Yahudi (kaum Pembangkang & Pengingkaran) terhadap
dunia. Mereka tutupi kehinaan nama asli mereka YAHUDI dengan nama Bapak
mereka yang mulia Nabi Israil ‘alaihis salam. Karena bisa jadi mereka
sadar bahwa nama YAHUDI telah disepakati jeleknya oleh seluruh dunia,
mengingat Allah Ta'ala telah mencela nama ini dalam banyak ayat di
Al-Qur’an.
“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan seorang Nasrani, akan
tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri dan sekali-kali
bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Ali Imran:
67)
ZIONISME
Mereka ingin kembali ke bukit Zion di Daarussalam (Yerusalem) di sekitar Masjidil Aqso, dan berkuasa memerintah dunia!
Inilah Zionisme.
Para kaum Yahudi Zionis juga berusaha mencapai tujuannya dengan
banyak cara. Antara lain dengan cara mempropagandakan Sekulerisme,
Kapitalisme dan Riba, berpedoman pada hasil rapat “Pinisepuh (Tetua)
Zion“ di Basel (Swiss) tahun 1897 yang bernama “The Protocols Of The The
Meetings Of The Elders Of Zion“, yang ingin mendirikan Negara Israel
(Israel Raya) dan menguasai Dunia baru.
Mengutip strategi Zionisme dalam buku “Judruzul Qadimah Ll Ahdasi Israel Wal Yahud”:
XX. Kita harus berusaha agar bantuan (hutang) luar negeri
seakan-akan bantuan dalam negeri. Agar kekayaan negara yang hutang akan
terus mengalir ke perbendaharaan kita. Akal hewan bangsa non-Yahudi
tidak akan mengerti bahwa hutang kepada negara kapitalis akan menguras
kekayaan negaranya sendiri. Sebab bunga hutang itu akan diambil dari
hasil bumi negaranya atau masukkan keuangan lainnya. Sekarang kita telah
menguasai kekayaan dunia dengan jalan memegang saham dan surat berharga
lainnya. Kita akan membentuk pemerintah yang hutang agar terus
membutuhkan bantuan dari bank kita. Sehingga pemerintah negaranya akan
tergenggam oleh kaum kapitalis.
XXI. Pemerintah non-Yahudi harus digiring agar mau hutang kepada
kita agar beban mereka terus meningkat. Kita harus memperbanyak pasar
modal dan harus pandai memainkannya. Bila sudah menguasai sektor
keuangan, kita akan menghentikan pasar modal agar posisi ekonomi tetap
stabil dan kita berusaha agar jangan sampai rugi.
Tentu saja musuh terbesar mereka adalah kaum Muslimiin. Kaum yang berserah diri kepada Tuhan. Allah.
Maka itu juga dapat dilakukan melalui aneka tipu-daya
Fremason/Masonry, Demokratisasi, Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme,
Humanisme dan HAM versi Barat (dan lobi Yahudi di belakangnya dengan
standar a la mereka), bahkan juga bentuk Business Privatization dalam
Free-Trade/Pasar Bebas untuk penguasaannya, juga Corporatocracy, lalu
Globalization untuk mengkampanyekan aneka ide mereka, dan lain-lain
kemerosotan standar peradaban termasuk sampai ke pernikahan beda agama,
budaya Pop-Liberal (termasuk musiknya) yang melenakan yang juga adalah
bagian dari Liberalisme dan Pluralisme, dan sebagainya.
Maka muslim dapat juga dimaksudkan untuk tidak sama-sekali harus
berpindah atau murtad dari agamanya - jika sampai murtad tentu lebih
bagus bagi mereka - namun cukuplah diusahakan oleh para musuh Islam agar
muslim itu menjadi asing akan agamanya, menjadi tak kuat akidahnya,
menjadi tak bagus keimanannya, menjadi tak tahu arah hidupnya, menjadi
merosot peradabannya, dan sebagainya, dalam aneka budaya Materialisme,
Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme, Pragmatisme, Rasionalisme,
Hedonisme (kesenangan) duniawi, dan sebagainya, sehingga para musuh
muslim dapat leluasa menjalankan rencananya dan melemahkan musuh
terbesarnya, kaum Muslimiin.
Maka INGATLAH, Nusantara Republik Indonesia Raya ini adalah wilayah
yang sebenarnya berpotensi kaya-raya dengan aneka pemberian Allah
(termasuk sumber daya energi terbaik dunia yang dapat disia-siakan
dengan cara Korupsi-manipulasi-kolusi tak sehat dan sebagainya) dan
strategis letak dan maknanya dalam tataran dunia, yang biasanya kekayaan
Allah yang dipinjamkan ini diperuntukkan kepada kaum Muslim di wilayah
yang dominan Muslimiin!
Dan ini sangatlah menarik kiranya bagi musuh-musuh kebaikan.
Ingatlah bahwa Nusantara ini juga adalah pasar yang sangat besar
untuk aneka pemasaran (termasuk pemasaran ide-akidah), dan lain-lain hal
terkait; sehingga perlulah agar ini dapat dimanfaatkan mereka dan
sekutunya!
Ingatlah bahwa Islam yang benar, yang Ahlus Sunnah wal Jama’ah, masih cukup asing sebenarnya di sebagian masyarakat Indonesia.
Ingatlah bahwa masyarakat Indonesia masih banyak yang awam, bodoh,
melarat. Dan ini adalah potensi utama untuk penindasan, penjajahan,
pemanipulasian.
Sekarang kita sedang berperang, sebenarnya, setidaknya dalam sebuah
Perang Halus, terhadap Setan (yang paling utama dan disebutkan
berkali-kali di Al Quran) dan terhadap Kaum Kafir (sebagaimana telah
disebutkan di Al Quran satu kali).
Termasuk melalui Pemurtadan atau misalnya pendangkalan-pengasingan
muslim terhadap standar akidahnya sendiri, melalui Sekulerisasi atau
peminggiran kedudukan agama, melalui Pluralisasi kebenaran agama,
melalui Liberalisasi pemikiran yang liar yang merusak akidah, dan
lain-lain - oleh para penganut aneka paham-ideologi, Filsafat,
agama-agama yang tak lagi laku di belahan dunia Barat namun dikemas
dengan kemasan menyenangkan dan menipu rakyat muslim (termasuk di
Indonesia) yang sayangnya, masih banyak yang bodoh dan dapat tertipu
itu, mungkin terutama karena kemiskinan materi dan kemiskinan
pengetahuan Islam dan kemiskinan Iman.
Sudah dibongkar oleh para ahli (misalnya oleh DR. Qasim Assamurai dan
bahkan termasuk oleh yang dari kalangan non-muslim seperti pernyataan
dari Napoleon Bonaparte saat hendak menjajah negara Islam khususnya
Mesir), bahwa misi Misionaris-Kristenisasi, dapat bergandengan tangan
dengan sekutunya, termasuk para Yahudi atau simpatisannya dan para
pelaku Neo-Kolonialisme atau penjajahan dengan bentuk-cara yang
baru-terselubung untuk kepentingan Pragmatis (yang terkini dan
termanfaat menurut ukuran manusialah yang akan diikuti-dijalankan).
Berkaitan dengan ini pula, maka, Pak, peneliti Cina dalam bukunya
yang berjudul “China and The West” menukil ucapan Napoleon tersebut
sebagai berikut: “Delegasi misionaris agama bisa memberikan keuntungan
buatku di Asia, Afrika, dan Amerika karena aku akan memaksa mereka untuk
memberikan informasi tentang semua negara yang telah mereka kunjungi.
Kemuliaan pakaian mereka tidak saja melindungi mereka, bahkan juga
memberi mereka kesempatan untuk menjadi mata-mataku di bidang politik
dan perdagangan tanpa sepengetahuan rakyat.”
DR. Edward Said juga mengemukakan dalam bukunya ”Al Istisyraq” bahwa,
”Peranan Orientalisme terletak pada keahlian khusus Orientalis (orang
Barat yang mempelajari Timur untuk berbagai kepentingan) dalam
menggunakannya untuk kepentingan penjajah.”
LAHIRNYA NEGARA ISRAEL DAN KEKACAUAN YANG MEREKA TIMBULKAN
Lahirnya negara Israel juga sedikit banyak berhubungan dengan
kejadian-kejadian berbagai Deklarasi Amerika Serikat (USA) dan Kerajaan
Inggris (United Kingdom) di bawah yang terjadi di jaman Modern (Abad
XVII-XX Masehi) dan Pos-Modern (paruh akhir Abad XX Masehi sampai
sekarang) ini (selain kaitan antropologis dan historis-agamis antara
bangsa-bangsa ini):
BLACKSTONE DECLARATION 1891: ”Why
not give Palestine back to the Jews again? According to God’s
distributions of nations, it is their home, an inalienable possesion
from which they were expelled by force ... Now give Palestine back to
the Jews?” (signed by 413 promenade American Political, business, and
Religious Leaders, and presented by USA’s President Benjamin Harrison).
Dan sejak Konferensi Zionis pertama di Basel pada tahun 1897 yang
melahirkan organisasi Zionis di Inggris (Zionist Federation of Great
Britain and Ireland) yang bertujuan untuk mendirikan negara Israel di
Palestina yang saat itu berada di bawah protektorat Daulah Islamiyah
Turki Usmaniyah (Turki Ottoman), Bani Israil (Yahudi) tak berhenti untuk
berusaha mewujudkannya. Dan ini terutama dimotori orang-orang dari
keluarga Rotschilds dan Rockefeller.
Sementara itu, sejak berakhirnya Perang Dunia I dengan Jerman dan
Turki Ottoman (Daulah Islamiyah Turki Usmaniyah) sebagai pihak yang
kalah, Inggris dan Perancis keluar sebagai pemenang, dan Palestina yang
tadinya wilayah Turki lalu berada di bawah lindungan (protektorat)
Inggris.
Kemudian Deklarasi Balfour di Inggris pada 31 Oktober 1917 secara
formal menyatakan dukungan Inggris untuk mewujudkan negara Yahudi di
wilayah Palestina. Saat itu Palestina dikuasai Inggris, setelah
pemberontakan Arab dipimpin Sheik dari Bani Saud terhadap Turki dalam
kekholifahan Daulah Islamiyah Turki Usmaniyah yang didukung Inggris
melalui agen rahasianya, Thomas Edward Lawrence/”Lawrence of Arabia”.
Disebut sebagai Deklarasi Balfour, karena ini adalah pernyataan dalam
surat dari Arthur James Balfour (Menteri Luar Negeri Inggris) kepada
Lord Walter Rothschild pemimpin komunitas Yahudi Inggris saat itu yang
berisikan dukungan Inggris terhadap pembentukan Zionis Federation.
Isinya adalah sebagai berikut:
BALFOUR DECLARATION
Foreign Office, November 2nd, 1917.
Dear Lord Rothschild,
I have much pleasure in conveying to you, on behalf of His Majesty's
Government, the following declaration of sympathy with Jewish Zionist
aspirations which has been submitted to, and approved by, the Cabinet:
"His Majesty's Government view with favour the establishment in
Palestine of a national home for the Jewish people, and will use their
best endeavours to facilitate the achievement of this object, it is
being clearly understood that nothing shall be done which may prejudice
the civil and religious rights of existing non-Jewish communities in
Palestine, or the rights and political status enjoyed by Jews in any
other country".
I should be grateful if you would bring this declaration to the knowledge of the Zionist Federation.
Yours sincerely,
Arthur James Balfour
Kemudian setelah itu, dukungan lebih nyata dari Kerajaan Inggris dan Amerika Serikat,
ANGLO-AMERICA COMMITEE 1946:
The fact that the Arabs have a vast hinterland in the Middle-East,
and the fact the Jews have nowhere else to go establishes the relative
justice of their claims and of their cause ... Arabs sovereignty over a
portion of the debated territory must undobtedly be sacrificed for the
sake of establishing a Jewish homeland” (presented by Rheinhold
Niehbuhr)
Pada masa Perang Dunia II, kaum Bani (ras) Israil-Yahudi di Eropa
disingkirkan dari Jerman dan ’dibantai' dalam Holocaust oleh pasukan
Adolf Hitler dan Nazi Jerman, dan cukup banyak dari mereka menyelamatkan
diri ke Amerika Serikat dan Inggris.
Terlepas dari kontroversi mengenai benar-tidaknya Holocaust dan
jumlah sesungguhnya yang meninggal seperti yang misalnya tentang
keraguan yang dinyatakan oleh Presiden Iran Mahmoudinejad, maka Hitler
menganggap mereka, rasa Yahudi, adalah ras atau bangsa yang
mengkhianati, membunuh, menyalibkan Yesus.
Dan pada kenyataannya di Jerman pada masa itu menurutnya mereka sudah
banyak ‘mencuri’ dari bangsa Jerman serta mengotori Jerman. Dengan
semangat “Deutsch uber alles” (bangsa Aria Jerman di atas semua bangsa
lain), maka tentu saja menurutnya ‘parasit’ Yahudi ini harus
dibersihkan.
Pada tahun 1948, sesudah pasukan Sekutu dipimpin Amerika Serikat
memenangkan Perang Dunia II terhadap Jerman (dan Italia serta Jepang) di
tahun 1945, juga saat mandat Inggris berakhir di Palestina dan sebagai
hasil deklarasi PBB, maka negara Israel resmi berdiri di atas tanah
Palestina.
Maklumat ini yang kemudian dianggap menganiaya rakyat Palestina,
sangat ditentang dan lantas diperangi oleh negara-negara Islam,
khususnya 5 negara Arab di sekitarnya. Namun dengan bantuan persenjataan
dan berbagai macam hal dari Amerika Serikat dan sekutunya, Israel
berhasil memenangkan perang Arab-Israel itu secara telak, atau paling
tidak mengimbanginya.
Dengan dibantu persenjataan dari Uni Soviet (kini Russia) kepada
negara-negara Arab, Perang Arab-Israel yang kemudian disebut sebagai
Perang Enam Hari di dekade berikutnya, menghasilkan hasil kekalahan dan
kemenangan perang serta percaturan politik yang cukup berimbang antara
Arab dan Israel, yang antara lain memaksa Mesir dan Israel menekan
perjanjian damai Camp David, dimotori Presiden Jimmy Carter dari Amerika
Serikat.
Dalam rangkaian berbagai perang dahsyat ini, Israel dengan paham
Zionismenya yang berkeinginan melanggengkan wilayah Palestina yang telah
dicaploknya, didukung penuh Inggris dan Amerika Serikat sejak akhir
Perang Dunia II, hampir dengan segalanya.
Patut pula dicatat bahwa negara-negara yang dikenal sangat memusuhi
Israel seperti Iraq (terutama di bawah rezim kontroversial Saddam
Hussein), Syria, dan Iran, saat ini sedang dalam perang terbuka atau
diplomatik yang serius dengan Amerika Serikat dan sekutunya yang dikenal
sebagai negara-negara pendukung Israel. Indonesia sendiri sampai hari
ini masih berpendirian untuk tidak mengakui dan memiliki hubungan
diplomatik dengan Israel.
Solidaritas negara-negara Arab di sekitarnya terhadap Palestina
seperti dari pemerintah Suriah, Yordania, Arab Saudi, Iraq, Iran, dan
Mesir dengan dibantu pasokan persenjataan dan teknologi militer Uni
Soviet; mengakibatkan protes keras, bala bantuan dari negara-negara
sekitar terhadap Palestina, dan juga bahkan kemudian rangkaian perang
antara negara-negara Arab dan Israel yang menahun, bahkan melibatkan
negara-negara beragama Islam lain selain bangsa Arab.
Banyak negara-negara ini dulu berada dalam satu hubungan pemerintahan
di bawah Kekholifahan Turki Utsmaniyyah dan Bani Abbasiyah Baghdad,
bahkan juga Kekholifahan Islam Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khatthab,
Utsman bin Affan, Ali bin Abi Tholib, Bani Umayyah, Marwani, dan
Abbasiyah jauh di masa-masa sebelumnya tentunya.
Israel sendiri selalu didukung penuh oleh Amerika Serikat dan bahkan
dalam ”Perang Oktober” yang dimulai dengan serangan Mesir dan Suriah
pada Hari Raya ”Yom Kippur” Yahudi 6 Oktober 1973 (Yahudi Israel
terhitung kalah di sini), Israel mendapatkan dukungan dana 2,2 miliar
dolar dari Konggres Amerika Serikat atas permintaan Presiden Nixon pada
tanggal 19 Oktober 1973.
Untuk membalas ini,
satu hari kemudian di tanggal 20 Oktober
1973, dilakukan embargo total minyak bumi negara-negara Arab terhadap
Amerika Serikat yang didahului penaikan tarif minyak bumi negara-negara
Iran dan kelima negara teluk termasuk Arab Saudi sebesar 70% sejak 16
Oktober 1973; sampai diakhiri pada 18 Maret 1974.
Amerika Serikat dan sekutunya kalah total.
Semua mesin perangnya tak dapat bergerak saat itu.
BERLANJUT KE BAGIAN KEDUA ...
Wallohua'lam. Wastaghfirulloh. Walhamdulillah.
_ATM_